Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Produksi industri knalpot Purbalingga tahun 2014 capai 595.371 unit

Produksi industri knalpot Purbalingga tahun 2014 capai 595.371 unit Suasana kampung knalpot di Purbalingga. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Pemkab Purbalingga mendata pada tahun 2014 lalu, industri knalpot yang menjadi salah satu andalan kabupaten tersebut, mencapai 595.371 unit. Data tersebut dikemukakan Kepala Bidang Perindustrian Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Dinperindagkop) Purbalingga, Agus Purhadi Satyo.

"Tahun lalu, produksi knalpot menghasilkan 595.371 unit dengan nilai produksi mencapai Rp 81,4 miliar dan nilai investasinya mencapai Rp 3,5 miliar," ujarnya.

Sementara itu, hingga Mei 2015 produksi knalpot sudah tercatat 313.380 unit dengan nilai produksi lebih dari Rp 43,8 miliar. Agus melanjutkan, hingga 2015 jumlah industri kecil menengah (IKM) dan tenaga kerja yang terserap mengalami peningkatan.

Tren tersebut, jelasnya sudah terjadi sejak 2010. Dari catatan Dinperindagkop Purbalingga, saat itu jumlah IKM hanya 112 unit usaha dengan produksi 304 ribu per tahun dengan jumlah tenaga kerja baru sebanyak 483 orang.

"Tahun ini, jumlah IKM knalpot sudah mencapai 173 unit usaha dengan tenaga kerja yang diserap sebanyak 837 orang. Kemudian data per Mei 2015, nilai investasi sektor ini mencapai lebih dari Rp 3,58 miliar," jelasnya.

Saat ini, jelasnya, knalpot produksi Purbalingga sudah menjadi ikon dan merambah setiap kabupaten di wilayah Indonesia. Meski hanya buatan tangan, produk knalpot Purbalingga berkualitas baik karena didukung penerapan teknologi tepat guna.

"Bahkan, produk kami sudah digunakan untuk knalpot panser Anoa buatan Pindad yang diekspor ke berbagai negara. Termasuk untuk variasi ATPM knalpot APV dan Terrios," katanya.

Seorang perajin usaha knalpot di Kecamatan Bojongsari Purbalingga, Agus Adi Atmaja mengakui pasar knalpot Purbalingga masih terbuka luas. Karena produk tersebut akan selalu beriringan dengan perkembangan industri mobil dan motor di Indonesia.

"Ditunjang juga dengan kebutuhan knalpot yang sudah menjadi gaya hidup. Kalau zaman dulu mengganti knalpot kalau ada kerusakan, tapi kini belum dapat mobilnya saja sudah memesan variasi knalpot tren terbaru," ungkapnya.

(mdk/hhw)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP