PRJ Monas bikin pedagang kerak telor tersenyum
Merdeka.com - Pekan Raya Jakarta (PRJ) yang digelar Pemprov DKI jakarta di kawasan silang Monas memberikan berkah tersendiri bagi para pedagang, terutama penjual kerak telor. Mereka mengaku lebih memilih berjualan di event ini daripada di PRJ Kemayoran.
Penyebabnya, Pemprov DKI Jakarta membuat kebijakan menggratiskan semua lapak yang dipakai. Tidak hanya lapak di dalam ruangan, penggratisan itu juga berlaku di luar tenda.
"Di sini gratis lapaknya, justru saya dimodali gerobak untuk dasaran kerak telor ini," ujar salah satu pedagang kerak telor, Pok Mumun (46) kepada merdeka.com, Jumat (14/6).
Pok Mumun mengaku, makanan khas Betawi yang dia jual dengan harga dua harga bergantung pada jenis telur yang digunakan. "Harganya Rp 15.000 untuk kerak telor berbahan telor ayam dan Rp 20.000 untuk telor bebek," kata dia.
Lebih lanjut, jika harus memilih berjualan di PRJ Monas atau Kemayoran, Pak Mumun lebih suka berjualan di Monas. Pasalnya, dagangannya tidak terlalu laris di PRJ Kemayoran.
"Kalau di PRJ Kemayoran tidak ramai, mas sekarang, karena tidak bisa masuk dan di sana hanya banyak pameran industri. Kami hanya di pintu luar-luar saja. Bisa balik modal saja sudah untung kalau di sana," pungkas Pok Mumun.
Baca juga:
Model dan penari cantik meriahkan PRJ 'tandingan' di Monas
Ahok tak sangka pengunjung PRJ 'tandingan' di Monas membeludak
Pengunjung PRJ Monas kesulitan cari toilet umum
Di PRJ di Monas, Ahok disuguhi lenggak-lenggok wanita cantik (mdk/lia)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya