Pria berperawakan besar satroni rumah Novel sebelum teror air keras
Merdeka.com - Kepolisian hari ini memeriksa 4 saksi terkait kasus penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan. Satu dari empat saksi diperiksa merupakan asisten rumah tangga Kasatgas kasus e-KTP tersebut.
Kabag Mitra Divisi Humas Polri Kombes Awi Setiyono mengatakan, ada informasi signifikan dari keterangan yang disampaikan asisten rumah tangga Novel. Menurut asisten rumah tangga itu, kata Awi, seminggu sebelum penyiraman terjadi ada pria berkunjung ke rumah Novel dengan menanyakan soal penjualan baju gamis.
"Ada keterangan cukup signifikan dari assisten rumah tangga korban. Minggu lalu ada laki-laki nanya ke korban apakah di rumah korban jual gamis laki-laki," kata Awi di Markas Besar Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (12/4).
Menurut Awi, keterangan asisten rumah tangga tersebut masih didalami pihak kepolisian. Sebab, dari hasil penyelidikan istri Novel diketahui menjual baju gamis di kediamannya.
"Memang di rumah itu istri korban jual gamis perempuan, ada semacam toko gitu. Apa ada kaitannya atau enggak, ini proses pemeriksaan mendetil dan mendalam," tambahnya.
Awi menambahkan, saksi lainnya pun mengatakan serupa dengan yang disampaikan pembantu rumah tangga tersebut. Dari keterangan saksi kepada polisi, minggu lalu ada seorang laki-laki yang datang ke rumah korban untuk membeli baju gamis tersebut.
"Baru terungkap minggu lalu laki-laki berperawakan besar nanya ke asisten rumah tangga apakah jual gamis laki-laki. Padahal sudah tahu jualnya gamis perempuan di situ," tutupnya.
(mdk/gil)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya