Presiden Jokowi Doakan Wali Kota Kendari Cepat Sembuh dari Covid-19
Merdeka.com - Presiden Joko Widodo mendoakan agar Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir segera pulih dan sembuh dari Covid-19 yang dialami kurang lebih seminggu terakhir.
"Cepat sembuh nanti Pak Wali," kata Presiden Jokowi singkat, menanggapi permintaan Sekda Kota Kendari Nahwa Umar dalam teleconference, di Kendari, Rabu (30/6).
Doa Presiden itu disampaikan pada saat meninjau proses vaksinasi di pelataran Kantor Gubernur Sultra sekitar pukul 11.30 Wita. Presiden didampingi oleh Gubernur Sultra Ali Mazi, Wakil Gubernur Lukman Abunawas, dan Sekda Provinsi Sultra Nur Endang Abasburaerah.
Sebelumnya, dalam telekonfrence tersebut, Sekda Kendari, Nahwa Umar, melaporkan bahwa Wali Kota Kendari sedang terpapar Covid sehingga tidak ikut dalam teleconference tersebut.
"Doakan Pak Wali supaya cepat sembuh pak,: pinta Nahwa kepada Presiden.
Nahwa juga mengucapkan terima kasih kepada Presiden atas kunjungan kerjanya di daerah ini. "Masyarakat Kota Kendari sangat senang Pak," kata Nahwa Umar.
Sementara itu, sehari menjelang kedatangan Presiden di Kendari, Wali Kota Sulkarnain mengumumkan dirinya telah terpapar Covid-19.
Dalam pernyataan wali kota tersebut, ia menyatakan bahwa kondisinya baik-baik saja.
"Kami pagi ini, baru berkesempatan menyapa seluruhnya mohon maaf beberapa terakhir ini. Kami fokus pemulihan kondisi dan mengikuti serangkaian tes yang harus dilalui dan benar adanya kami terkonfirmasi positif Covid- 19," kata Sulkarnain melalui video berdurasi 1 menit 28 detik yang beredar Selasa (29/6).
Susatyo menambahkan, pelaksanaan kebijakan penyekatan total dan pengalihan arus lalu lintas ini sudah pemberlakukannya sudah dilaksanakan di jalan H Juanda di lingkar Kebun Raya Bogor, pada Selasa (29/6) malam.
Pada kegiatan tersebut, Satgas Penanganan Covid-19 Kota Bogor menurunkan tim gabungan dari Kepolisian dan Dinas Perhubungan Kota Bogor dengan memasang marka jalan di ruas jalan yang disekat, serta mengalihkan arus lalu lintas ke jalan alternatif.
Wali Kota Bogor Bima Arya selaku ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kota Bogor mengatakan, diberlakukannya penyekatan total dan pengalihan arus lalu lintas ini adalah salah satu langkah mengatasi kasus positif Covid-19 yang meningkat tajam.
Dampaknya, kata dia, tingkat keterisian tempat tidur (BOD) untuk pasien Covid-19 di seluruh rumah sakit rujukan di Kota Bogor terisi hampir penuh. Dari 891 tempat tidur untuk pasien Covid-19, saat ini sudah terisi 84 persen. Sedangkan, kasus positif Covid-19 di Kota Bogor yang saat ini masih sakit ada sebanyak 3.468 kasus.
(mdk/eko)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya