Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Prahara di Garuda Wisnu Kencana

Prahara di Garuda Wisnu Kencana Miss World di Garuda Wisnu Kencana. ©AFP PHOTO/MISS WORLD

Merdeka.com - Mandala Garuda Wisnu Kencana atau kerap dikenal patung Garuda Wisnu Kencana (GWK) sejak lama digadang-gadang menjadi salah satu simbol pariwisata Bali dan Indonesia. Diharapkan patung itu bakal membetot perhatian wisatawan mancanegara sudi mau melancong ke tanah air.

Rencana itu mulai dikerjakan pada 1997. Saat itu modal dipikul tiga pihak. Yakni sebuah Badan Usaha Milik Negara dan Bali Tourism Development Corporation (BTDC) sebesar 18 persen, serta pihak swasta seperti pematung Nyoman Nuarta sebesar 82 persen. Namun, pembangunan patung itu mandek akibat krisis moneter sejak di tahun itu juga.

Megaproyek dibangun di atas lahan pribadi milik Nyoman Nuarta seluas 240 hektare di Bukit Peninsula, bagian selatan Pulau Bali. Hanya butuh 15 menit dari Bandara Internasional Ngurah Rai buat sampai ke sana. Patung itu dibangun sebagai simbol persembahan kepada Dewa Wisnu yang digambarkan sedang berada di atas Burung Garuda.

Hingga saat ini, Nyoman baru menyelesaikan patung Dewa Wisnu setinggi 23 meter, hanya bentuk tubuh dan kepala tanpa lengan. Padahal rencana awalnya patung ini bakal setinggi 146 meter dan dilapis emas. Gambarannya adalah Dewa Wisnu sedang menaiki Burung Garuda yang sayapnya akan terbentang sepanjang 64 meter. Bila pembangunannya sesuai rencana, patung ini bakal jadi terbesar di dunia.

Meski begitu, ide ini bukan tanpa hambatan dan kontroversi. Para pemuka agama Hindu di Bali pada awalnya sempat protes dengan ukuran patung Garuda Wisnu Kencana. Sebab mereka menganggap hal itu bakal mengganggu keseimbangan spiritual di Pulau Bali. Mereka juga sempat menolak kalau patung itu tidak patut dijadikan obyek wisata komersial karena dianggap sebagai perlambang suci. Namun, sebagian lagi mendukung dengan alasan hal itu menjadi salah satu penarik perhatian turis asing supaya makin ramai datang ke Bali.

Kendati demikian, pada 2013, taman budaya GWK menjadi lokasi prestisius buat beberapa kegiatan internasional, termasuk perkawinan. Tercatat beberapa musikus ternama dunia sudah pernah menggelar konser di sana.

Sebut saja kelompok musik metal asal Inggris, Iron Maiden, yang tampil di depan tujuh ribu penggemar dengan tiket terjual habis saat bermain ti GWK pada 20 Februari 2011.

Selan beberapa bulan kemudian, atau tepatnya pada 17 Agustus tahun sama, kelompok musik rock asal Amerika Serikat, Paramore, juga sempat mampir dan menggelar konser di GWK. Saat itu mereka sedang dalam rangkaian Tur Lingkar Pasifik (Pacific Rim Tour). Dua tahun kemudian, gelaran ajang pencarian wanita tercantik sejagat, Miss World 2013, juga dihelat di tempat itu. (mdk/ary)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP