Prabowo Kenang Wismoyo Arismunandar: Guru Saya di TNI, Teladan dalam Memimpin
Merdeka.com - Wafatnya mantan Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI (Purn) Wismoyo Arismunandar meninggalkan duka cita yang mendalam bagi Menteri Pertahanan Prabowo Subianto. Dia mengenang sosok Wismoyo sebagai guru ketika masuk Komando Pasukan Sandi Yudha (Kopassandha) yang kini menjadi Kopassus.
Prabowo menuturkan, saat itu, Wismoyo menjabat sebagai Wakil Asisten Pengaman (Waaspam) Danjen Kopassanda berpangkat Letkol sementara saya (Prabowo Subianto) berpangkat Letnan dua.
"Beliau adalah salah satu guru saya di TNI. Beliau banyak mengajarkan nilai-nilai penting kepada saya saat di TNI," kata Prabowo dalam keterangan pers, Kamis (28/1).
Prabowo mengatakan Wismoyo sering memberikan pesan kepadanya. Dia pun teringat filosofi disampaikan dari mulut Wismoyo hingga kini diterapkan.
"Saya dan sampai sekarang saya pakai adalah 'Disiplin adalah nafasku, kesetiaan adalah jiwaku, kehormatan adalah segala-segalanya'," kenang Prabowo.
"Selain itu beliau juga selalu mengingatkan ojo ngerasani wong artinya jangan menjelekkan orang lain," tambah Prabowo.
Dia mengakui kalimat-kalimat filosofi yang diutarakan Wismoyo sangat berpengaruh bagi hidupnya saat ini. Selain itu, Wismoyo kata Prabowo memberikan teladan dalam memimpin. Banyak peristiwa yang diingat tentang sosok Wismoyo.
Salah satu peristiwa yang terkenang saat berlatih terjun payung di Lampung. Prabowo mengatakan saat itu Wismoyo sedang cidera lutut, tetapi tetap ingin ikut untuk berlatih.
"Akhirnya disiasati, agar beliau diarahkan terjun dan mendarat ke arah danau, bagi kami lebih baik beliau basah kuyup masuk danau ketimbang luka lututnya bertambah parah. Beliau selalu memberi teladan," kenang Prabowo.
Tidak hanya itu, ada peristiwa lain yang membuat Prabowo terkesan dengan Wismoyo saat dirinya diberikan sajadah sebelum berangkat operasi pertama sebagai komandan kompi pada akhir Oktober 1978. Sebelum take off pukul 04.00 WIB dari Bandara Halim Perdana Kusuma, dia dipanggil oleh Wismoyo.
"Beliau menanyakan persiapan saya yang akan menjalankan operasi. Saya menjelaskan semua peralatan sudah siap. Mulai dari senjata, peluru, kompas hingga obat-obatan," cerita Prabowo.
Tetapi kata Prabowo saat itu Wismoyo masih bertanya dan memastikan bahwa semua sudah siap. Berulang kali kata Prabowo, Wismoyo memastikan kesiapannya dan dia pun menjawabnya. Setelah berulangkali menjawab, kata dia, Wismoyo pun menjelaskan maksud pertanyaan yang diutarakan.
"Beliau menjelaskan bahwa saya masih muda, bertanggungjawab atas 100 nyawa pasukan, dan akan menghadapi bahaya maut. Karena itu beliau mengingatkan saya untuk dekat kepada Tuhan, Allah SWT barulah saya paham pertanyaan beliau," tutur Prabowo.
Setelah itu, Wismoyo memberikan sajadah. Lalu meminta agar Prabowo menyimpan sajadah tersebut di dalam ranselnya.
"Beliau meminta saya menaruh sajadah itu dalam ransel saya selama bertugas," tutup Prabowo.
(mdk/bal)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya