Prabowo kenang diskusi Islam moderat dengan Gus Dur: Saya nyaman dengan NU
Merdeka.com - Bakal Capres Prabowo Subianto menghaturkan puja-puji terhadap mendiang Presiden ke Empat Indonesia, Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Hal tersebut diutarakan Prabowo kepada istri Gus Dur, Sinta Nuriyah Wahid di kediamannya di Jagakarsa, Jakarta Selatan.
"Saya dalam perjalanan hidup saya merasa dekat dengan Gus Dur, sering berdialog dan berbeda pendapat, itu wajar, itu lah demokrasi," kenang Prabowo di depan awak media, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Kamis (13/8/2018).
Banyak diskusi yang kerap diperbincangkan Prabowo kala itu, dengan Gus Dur. Salah satu yang diingatnya adalah soal Islam Moderat.
"Kita diskusi juga tentang demokrasi keadaan negara dan tentang Islam, dan saya menyatakan nyaman dengan NU. Islam yang kuat moderat, Islam yang menghormati semua agama semua ras. Juga saya cocok sama Gus Dur, humanisme, seorang pejuang kemanusiaan," kata Prabowo.
Karenanya, Prabowo mengaku sangat geli dengan selentingan yang menuding bahwa dirinya ingin mengubah Pancasila menjadi Khilafah. Menurut dia, hal itu merupakan hal picik yang hanya bertujuan menjatuhkan dirinya.
"Saya kira ini geli bagi saya, lihat riwayat hidup saya, saya prajurit TNI itu sumpahnya untuk NKRI dan Pancasila jd tidak mungkin saya keluar dan merubah," tegas mantan Danjen Kopassus ini.
Usai berpamitan, tak lupa Prabowo dibekali oleh Sinta Wahid dua buah buku. Pertama adalah buku bertemakan Gus Dur berjudul 'a view from inside' dan kedua adalah buku bertemakan Islam berjudul 'menyoal status agama pra-Islam'.
"Ini ada hadiah buku, karena Pak Prabowo suka baca," kata Sinta sambil memberi buku tersebut.
"Terima kasih ibu, saya mohon pamit," tutup Prabowo sambil menunduk dan bersalaman.
(mdk/ded)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya