Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

PPP ragukan hasil survei Median yang sebut elektabilitas Jokowi merosot

PPP ragukan hasil survei Median yang sebut elektabilitas Jokowi merosot PPP daftar ke KPU. ©2017 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Merdeka.com - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mempertanyakan hasil survei Median yang menyebut elektabilitas Joko Widodo terus merosot hingga berada di angka 35 persen. Wasekjen PPP Ahmad Baidowi menilai hasil survei itu baru sebatas asumsi.

Hasil survei Median, kata pria yang biasa disapa Awiek ini, jauh berbeda dengan lembaga survei lain. Meski demikian, Awiek mengatakan hasil survei itu akan dijadikan bahan evaluasi oleh PPP.

"Itu kan hanya satu lembaga survei, dan hasilnya kok jauh dengan lembaga lainnya. Itu pertanyaan tersendiri sumber dananya?," kata Awiek saat dihubungi merdeka.com, Jumat (23/2).

"Hal ini tetap menjadi perhatian bagi PPP yang sudah resmi mengusung pak Jokowi pada Pilpres 2019. Tentu kami juga melihat hasil survei lembaga lainnya yang hasilnya bisa berbeda dengan Median," sambungnya.

Penyebab merosotnya elektabilitas Jokowi karena beberapa faktor, di antaranya; kesenjangan ekonomi di Indonesia, naiknya harga bahan pokok hingga angka korupsi yang tinggi.

Awiek menilai masalah-masalah tersebut tidak bisa dibebankan kepada Jokowi saja. Dia meragukan indikator yang dipakai Median untuk mengukur angka kesenjangan ekonomi yang dijadikan faktor merosotnya elektabilitas Jokowi.

"Tidak bisa semuanya dibebankan ke Jokowi. Harga kebutuhan pokok naik karena biaya produksi naik. Terus tarif listrik yang dilakukan adalah pencabutan subsidi bagi konsumen yang meteran 700. Lalu kesenjangan ekonomi bagaimana ngukurnya," tegasnya.

Sebagai partai yang telah mendeklarasikan dukungan ke Jokowi, lanjut Awiek, PPP akan bergerak melakukan langkah pemenangan. Salah satunya dengan menyosialisasikan capaian kinerja pemerintahan Jokowi-JK ke masyarakat.

"Menyosialisasikan keberhasilan pemerintah kepada basis konstituen. Khususnya program Kementerian Agama yang saat ini ditempati kader PPP," tandasnya.

Hasil survei Media Survei Nasional (Median) menunjukkan suara Joko Widodo mengalami penurunan untuk maju dalam laga Pilpres 2019. Hal tersebut menurut Direktur eksekutif Median, Rico Marbun suara Jokowi mengalami penurunan dari 36,9% di April 2017, 36,2% di Oktober 2017, dan terakhir merosot menjadi 35% di Februari 2018.

"Karena suara Pak Jokowi secara konsisten mengalami penurunan dari bulan ke bulan. Sehingga secara konsisten mengalami lampu kuning dan secara konsisten menurun," kata Rico.

Ada beberapa faktor lantaran suara Jokowi terus merosot. Yaitu masalah kesenjangan ekonomi di Indonesia terdapat 15,6%. Kemudian harga kebutuhan pokok yang terus meningkat terdapat 13,1%, masalah korupsi 10,1%, tarif listrik yang tinggi 9,7%. Hal tersebut kata Rico yang jadi alasan suara Jokowi terus merosot.

(mdk/dan)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP