PPP Aceh Minta Maaf Catut Nama ASN Ada Dalam Kepengurusan Partai
Merdeka.com - Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Aceh Amiruddin Idris menyatakan telah menyurati Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PPP, Suharso Monoarfa terkait sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) berada dalam kepengurusan partai berlambang Kabah tersebut.
Dalam surat bernomor 01/DPW. Aceh/I/2022 itu, DPW PPP Aceh meminta agar nama pengurus yang masih aktif sebagai ASN dikeluarkan dari kepengurusan.
Surat tersebut ditandatangani oleh Amiruddin Idris selaku ketua dan Ilmiza Saaduddin Djamal selaku sekretaris DPW PPP Aceh, Kamis 20 Januari 2022.
Sebagai ketua PPP Aceh, Amiruddin Idris mengaku telah menghubungi secara pribadi beberapa ASN yang namanya ada dalam kepengurusan partai periode 2021-2026. Dia mengaku menyampaikan permintaan maaf.
"Kami meminta maaf atas kesalahan tersebut," kata Amiruddin, Jumat (21/1).
Dia menyebut, usulan penarikan nama pengurus yang masih aktif sebagai ASN itu dilakukan setelah menerima masukan dari beberapa personalia, baik di Majelis Syariah dan Majelis Pakar DPW PPP Aceh masa bakti 2021-2026.
Adapun nama-nama yang diusulkan untuk dikeluarkan dari Majelis Syariah DPW PPP Aceh yakni; Mutiara Fahmi, Muhammad Faisal dan Muhammad Amin Caleue.
Sementara di Majelis Pakar DPW PPP Aceh, mereka yang diusul untuk dikeluarkan yakni Prof Warul Walidin, Prof Apridar, Muzakir Samidan Prang, Nazarudin Ismail, Muammar Khadafi.
Kemudian, M. Adil Abdullah, Muhammad Haikal, Rozanna Dewi, Masykur, Hendra Syah dan Usamah El Madny.
(mdk/cob)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya