PPKM Mikro Dimulai, Epidemiolog Cerita Efektivitas Pembatasan Wilayah di Australia
Merdeka.com - PPKM Mikro mulai dilaksanakan mulai hari ini (9/2) hingga 22 Februari mendatang. Pemerintah berharap, PPKM mikro efektif untuk menekan penyebaran kasus Covid-19 di Indonesia yang saat ini kasus aktifnya mencapai 171.288 kasus.
Epidemiolog dari Grifith University, Diky Budiman mengungkapkan bahwa pembatasan sosial per wilayah sebenarnya efektif untuk menekan penyebaran kasus positif. Namun bila dilakukan sejak awal Covid-19 melanda di tahun 2020, seperti negara-negara lainnya. Selain itu, pembatasan sebaiknya diterapkan per kota atau per provinsi.
Sebab, kata Diky, beberapa negara yang menerapkan lockdown atau pembatasan ketat per kota sudah terbukti menekan kasus hingga nol kasus per hari.
Dia pun mencontohkan kota-kota di Australia yang menerapkan lockdown / pembatasan ketat sesuai wilayah masing-masing.
"Enam bulan tanpa penularan lokal di Brisbane, Australia. Apalagi kematian. Kehidupan sosial ekonomi politik bahkan normal kembali dengan pembatasan. Pembatasan ini totalnya sudah 8 bulan," Kata Diky kepada merdeka.com, Selasa (9/2).
Ahli kesehatan masyarakat yang tinggal di Brisbane itu mengatakan, saat ditemukan kasus Covid-19 yang berasal dari strain virus baru di Inggris, Australia langsung menerapkan lockdown atau pembatasan ketat per wilayah. Di Brisbane, kata Diky, lockdown dilakukan selama tiga hari.
"Pada bulan Januari lalu, saya pernah share soal suasana lockdown di Brisbane selama 3 hari untuk optimalisasi strategi pelacakan kasus baru Covid-19 yang berasal dari UK itu," ujarnya.
Walaupun hanya dilaksanakan selama 3 hari, namun ternyata kebijakan itu cukup efektif. Sebab, kata Diky, masyarakat Australia sangat patuh. Tidak ada masyarakat yang ke luar rumah selama lockdown tiga hari itu.
Menurutnya, pembatasan wilayah tidak akan efektif jika warganya tidak mematuhi anjuran dan kebijakan pemerintah secara penuh.
"Kepatuhan timbul karena masyarakat percaya pada efektivitas program pengendalian pandemi pemerintah yang sudah terbukti sukses selama ini," kata dia
Seharusnya, kata Diky, pemerintah Indonesia menutup akses masuk dan ke luar Indonesia pada saat ditemukannya strain baru virus Corona di Inggris, yakni pada akhir tahun 2020.
"Kenapa Australia begitu serius dalam merespon ancaman Covid strain UK ini? Karena penambahan virus dari strain UK itu akan memperburuk kurva pandemi. Ini akan berpotensi menjadi skenario terburuk pandemi Covid-19. Jika gagal deteksi dini dan tracing, maka kasus akan sulit dikendalikan," ujarnya.
Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian mengeluarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 3 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Berbasis Mikro dan Pembentukan Posko Penanganan Covid-19 di Tingkat Desa dan Kelurahan untuk Pengendalian Covid-19.
(mdk/ray)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya