PPATK temukan transaksi mencurigakan proyek SIM Polri
Merdeka.com - Ketua Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) M Yusuf mengaku, terlebih dahulu memberikan laporan hasil analisis transaksi mencurigakan kepada Polri ketimbang ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dalam laporan itu PPATK menemukan transaksi mencurigakan dalam proyek simulator SIM.
"Kepala Kepolisian kita sudah berikan kisaran tahun 2010-2011," kata M Yusuf saat berdiskusi dengan tema 'Sengketa KPK-Polri: Siapa Mengangguk Untung' di Gedung DPD RI, Jakarta Selatan, Jumat (10/8).
Menurut Yusuf, PPATK baru memberikan laporan hasil analisis pada KPK pada bulan Mei 2012. Dan berdasarkan hasil penelusuran PPATK ditemukan aliran dana dari pemenang proyek kepada oknum Polri.
"Dalam kasus proyek pengadaan driving simulator SIM di Korlantas Polri, dari hasil penelusurannya terdapat transaksi mencurigakan kepada sejumlah nama," kata Yusuf.
"Yang sudah kita kirim ada aliran dana yang signifikan dari pihak yang terlibat kepada oknum polisi," tandasnya.
Seperti diketahui dalam penanganan kasus korupsi simulator SIM di Korps Lalu Lintas Polri terjadi dualisme penyidikan. KPK dan Polri sama-sama ngotot untuk menangani kasus yang melibatkan mantan Korlantas Polri Irjen Djoko Susilo. Djoko telah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK. (mdk/did)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya