PPATK: Aiptu LS pemilik rekening Rp 1,5 T bukan satu-satunya
Merdeka.com - Wakil Ketua PPATK Agus Santoso mengakui pihaknya menemukan kasus sejenis Aiptu LS, polisi dengan rekening Rp 1,5 triliun. Uang sebesar itu didapat dari menyelundupkan BBM dan melindungi perusahaan illegal logging.
"Aiptu Labora Sitorus bukan satu-satunya, untuk kasus lingkungan hidup dan penyelundupan. Bukan hanya Labora (LS)," ujar Agus saat hadir di peluncuran pedoman penegakan hukum multidoor kasus SDA dan Lingkungan Hidup di Hotel Le Meredien Jakarta, Senin (20/5).
Agus mengatakan pihaknya mengapresiasi kepolisian yang bergerak cepat menangani kasus Aiptu LS. Kini, menurut Agus, semua laporan dugaan rekening jumbo terkait Aiptu LS telah diserahkan ke pihak kepolisian untuk diproses.
"Itu (laporan) sudah di polisi. PPATK mengapresiasi Polri yang merespon dengan cepat kasus ini untuk segera membongkar," tegasnya.
PPATK berharap Polri juga akan menjerat Aiptu LS dengan UU TPPU, UU Kehutanan dan UU Lingkungan Hidup.
"Ini kan soal kejahatan terkait lingkungan hidup semoga bisa dikerjakan dengan pendekatan multidoor," ujarnya.
Sebelumnya, Aiptu LS, seorang polisi yang bertugas di Sorong, Papua memiliki rekening pribadi senilai Rp 1,5 triliun. LS diduga punya uang sebanyak itu dari hasil melindungi sejumlah perusahaan dalam kasus illegal logging dan penimbunan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Sorong. Kasus ini kemudian ditangani oleh kepolisian.
LS langsung ditangkap di kompleks Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) di Jalan Tirtayasa, tepat di depan kantor Kompolnas, Jakarta Selatan, Sabtu sekitar pukul 20.00 WIB oleh tim penyidik Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) bersama Polda Papua. (mdk/tts)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya