Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Potret Samboja, Kandidat Ibu Kota Pengganti Jakarta

Potret Samboja, Kandidat Ibu Kota Pengganti Jakarta Samboja. ©2019 Merdeka.com/Saud Rosadi

Merdeka.com - Samboja, salah satu kecamatan di Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, tengah ramai diperbincangkan sebagai salah satu kandidat ibu kota negara, menggantikan Jakarta. Lantas, seperti apa potret terkini Samboja?

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro belum lama ini, memastikan kandidat ibu kota baru, bukan tepat di Bukit Soeharto, karena memiliki hutan yang harus dilindungi.

merdeka.com siang ini tadi, menempuh perjalanan darat sekitar 100 kilometer dari Samarinda, ibu kota provinsi Kalimantan Timur. Perjalanan melalui Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Soeharto itu, memakan waktu hampir 3 jam.

Menuju Samboja, memang melalui poros jalan Samarinda-Balikpapan, yang berstatus jalan nasional. Perjalanan kemudian menemukan simpang tiga jalan, tepat di kilometer 77, yang ditandai dengan berdirinya Polsubsektor Samboja. Apabila terus ke Balikpapan. Berbelok ke kiri, menuju Samboja.

Masuk ke Samboja, kiri kanan jalan, memang cukup ramai permukiman rumah penduduk. Di perjalanan, kita akan melintasi tol Balikpapan-Samarinda, sekaligus tol pertama di Kalimantan sepanjang 99 kilometer. Kabarnya, tol itu akan digunakan selambatnya Desember 2019 mendatang.

Perjalanan berlanjut menyusuri jalan beraspal, di bawah terik matahari cukup menyengat. Tercatat, ada 2 titik proyek peningkatan badan jalan, menjadi berlapis beton bertulang. Terlihat, ada beberapa tower telekomunikasi milik 5 operator selular. Itu menandakan, Samboja bukanlah kawasan sulit sinyal selular.

Hamparan sawah cukup luas, juga kita jumpai, di sisi kanan jalan menuju kantor kecamatan Samboja, sebagai pusat pemerintahan kecamatan. Bangunan tempat ibadah, sekolah, serta kantor PDAM Tirta Mahakam Cabang Samboja, juga berdiri kokoh. Bahkan, terdapat waduk cukup luas yang berada di bawah Jembatan Sei Merdeka.

samboja©2019 Merdeka.com/Saud Rosadi

Kecamatan Samboja, memiliki luasan wilayah 1.045,9 kilometer persegi, dan memiliki kawasan pesisir. Hingga Februari 2019, jumlah penduduk tercatat 63.781 jiwa, yang tersebar di 4 desa dan 19 kelurahan.

Dua kelurahan terpadat adalah kelurahan Samboja Kuala dengan jumlah penduduk 6.062 jiwa, serta kelurahan Karya Merdeka dengan catatan penduduk 6.045 jiwa. Samboja Kuala sendiri, merupakan kampung nelayan, lantaran berada di kawasan pesisir, yang jaraknya tidak begitu jauh dari kantor kecamatan.

"Masuknya Samboja sebagai kandidat ibu kota negara, kami di sini gembira," kata Pelaksana Tugas (Plt) Camat Samboja Nurkholis, mengawali perbincangan bersama merdeka.com, Rabu (21/8).

Nurkholis menerangkan, isu lingkungan, sempat bikin cemas masyarakat Samboja. Mengingat, sebagian luasan Samboja, memang masuk Tahura Bukit Soeharto. "Ada kekhawatiran dampak buruk terhadap lingkungan. Sisi lain, ada optimistis dampak ekonomi yang terbangun, selama tidak ada dampak lingkungan," ujar Nurkholis.

samboja©2019 Merdeka.com/Saud Rosadi

Samboja sendiri sebelumnya punya histori, ingin berdiri sendiri menjadi Kabupaten Kutai Pesisir, bersama kecamatan lainnya seperti Muara Jawa dan Sangasanga. Meski keinginan itu kandas. "Waktu itu, tujuan untuk memekarkan wilayah, untuk perceparan pembangunan," tambahnya.

Menurut Nurkholis, secara umum, Pemkab Kutai Kartanegara hingga pemerintah kecamatan Samboja, belum mengetahui pasti lokasi tepat berdirinya ibu kota negara yang baru. Meski kabar beredar lokasinya ada di dekat pesisir. "Karena soal (ibu kota negara) ini, wewenang Pemprov Kaltim," sebut Nurkholis.

Samboja sebagai kandidat ibu kota negara, memang jadi perbincangan hangat warga Samboja. Sebagai wakil pemerintahan kabupaten Kutai Kartanegara, Nurkholis meminta warganya menyikapinya secara proporsional.

"Tidak merespons berlebihan, karena masih dalam tahap kajian Bappenas. Baik itu dari sisi kelayakan, maupun akademis. Kita tunggu saja keputusan pemerintah," sebutnya lagi.

Banyak sumber pasokan air baku untuk air bersih PDAM, jadi keunggulan Samboja, disamping tersedianya PLTG Senipah untuk kebutuhan listrik masyarakat. "Olahan air bersih berasal dari Sungai Merdeka. Kami juga punya waduk untuk keperluan irigasi," ungkapnya.

©2019 Merdeka.com/Saud Rosadi

Mabes TNI sendiri, berencana membangun Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) di kawasan Samboja. Keterangan dihimpun merdeka.com, lokasi Puslatpur itu menjadi salah satu yang terbesar di Indonesia, untuk kebutuhan fasilitas ibu kota negara. Untuk itu, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, telah meninjau lokasi itu, dalam kunjungannya 8 Agustus 2019 lalu.

"Iya, Bapak Panglima tempo hari meninjau lokasi itu. Apakah untuk keperluan ibu kota negara, saya tidak tahu persis. Yang jelas, secara umum memang, masyarakat Samboja mendukung apabila memang Samboja kedepan jadi ibu kota negara," tutup Nurkholis.

(mdk/rnd)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP