Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Potret Kemiskinan di Karawang, Rumah Mak Enah yang Nyaris Roboh Dihuni 10 Orang

Potret Kemiskinan di Karawang, Rumah Mak Enah yang Nyaris Roboh Dihuni 10 Orang Rumah Mak Enah. ©2019 Merdeka.com/Bram Salam

Merdeka.com - Mak Enah, warga Dusun Peundeuy 2, Desa Karyamukti, Kecamatan Lemah Abang Wadas, Karawang. Terpaksa harus rela tinggal berdesak-desakan, lantaran rumah milik wanita berusia 90 tahun itu tidak ditempatinya sendiri, melainkan bersama 10 anggota keluarga terdiri anak, menantu beserta cucunya.

Kondisi Rumah Mak Enah bahkan cukup mengkhawatirkan, pasalnya rumah semi permanen yang ditempatinya terlihat di beberapa bagian seperti atap dan dinding bilik bambu kondisinya sudah rapuh dan hampir roboh akibat dimakan usia.

Rusaknya rumah itu terjadi setelah suaminya meninggal dunia beberapa tahun lalu. Karena tidak memiliki biaya ia pun membiarkan tempat tinggalnya yang berukuran 5×7 meter tersebut rusak.

"Rumah emak ditempati 10 orang anak, menantu dan cucu tidur harus berdesakan di lantai tanah dengan alas plastik, "kata Mak Enah, Senin (18/8) .

Ia mengaku untuk memenuhi kehidupan sehari-hari, mengandalkan belas kasih dari tetangganya dan hasil usaha anak-anaknya yang bekerja serabutan.

"Untuk makan sehari-hari mengandalkan hasil usaha anak, karena tidak mau meminta-minta," katanya.

rumah mak enah©2019 Merdeka.com/Bram Salam

Dengan kondisi tersebut keluarga Mak Enah mengaku cemas karena sewaktu-waktu bangunan tersebut bisa ambruk sehingga membahayakan keselamatan.

"Setiap musim hujan, kami terpaksa berteduh di rumah tetangga. Sebab atap di dalam sudah pada bocor, dan takut ambruk," kata salah satu anak Mak Enah, Marni (40).

Marni mengaku, sudah beberapa kali dijanjikan untuk mendapat bantuan dari pemerintah. Namun setelah dilakukan survei sampai saat ini tidak ada realisasi.

"Kami hanya dimintai data dan melihat-lihat saja. Tapi tidak pernah ada bantuan buat perbaikan rumah," keluhnya.

Marni berharap, ada pihak yang peduli serta dapat memperbaiki rumahnya.

Penderitaan Marni bertambah lengkap, pasalnya anaknya yang bernama Akbar Fauji (5,5) memiliki kelainan jantung bocor.

"Harusnya dioperasi, tapi kami tak memiliki biaya. Jadi kami hanya pasrah saja pada keadaan," kata sambil menangis.

(mdk/bal)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP