Positif gunakan narkoba, Polwan cantik Bripka Sumini dipecat

Reporter : Parwito | Kamis, 4 April 2013 18:35




Positif gunakan narkoba, Polwan cantik Bripka Sumini dipecat
Bripka Sumini. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Bripka Sumini (41) anggota polwan Polres Salatiga, akhirnya direkomendasikan oleh Komisi Disiplin untuk dipecat. Hal ini terungkap usai sidang kode etik di Pendopo Mapolres Salatiga, Kamis (4/4) petang.

Sidang yang dipimpin Wakapolres Salatiga selaku Ketua Komisi Kompol Maulud dengan didampingi dua wakilnya Kompol Sri Mulyani dan Kompol Wawan Purwanto, Sekretaris Aipda Santoso, akhirnya merekomendasikan Bripka Sumini dipecat dengan tidak hormat.

Selain itu, Bripka Sumini dikenakan pasal kode etik Polri yakni Pasal 11 (c) jo Pasal 14 (f) tentang Pemberhentian anggota Polri.

"Bripka Sumini telah melakukan perbuatan melanggar kode etik sebagai anggota Polri. Dan kepadanya, direkomendasikan diberhentikan dengan tidak hormat," tegas Kompol Maulud, saat memimpin jalannya sidang, Kamis (04/04).

Maulud menambahkan, Bripka Sumini tidak layak menjadi anggota Polisi berdasarkan sejumlah pelanggaran yang telah dilakukan oleh yang bersangkutan.

Sidang sendiri merupakan ke empat kalinya, setelah sidang disiplin hingga tiga kali tidak dihadiri yang bersangkutan lantaran Bripka Sumini sempat kabur dan dinyatakan masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) serta tidak berdinas (desersi) selama kurang 18 bulan, sejak bulan Oktober 2011.

Sidang menghadirkan tujuh orang saksi yakni empat dari anggota Polres Salatiga dan tiga warga sipil yaitu orang tua dan adik terperiksa. Namun, ketiga saksi dari kerabat Sumini berhalangan hadir.

Dalam sidang terungkap jika Bripka Sumini mulai jarang berdinas sejak bulan Maret 2011 lalu. Oleh Unit P3D ( Propam) Polres Salatiga kemudian dilakukan pemanggilan untuk dilakukan tes urine terhadap Sumini yang diduga mengkonsumsi Narkoba. Dari hasil tes tersebut ternyata hasilnya positif. Dari hasil itu, P3D melanjutkan dengan menggelar sidang disiplin terhadap Bripka Sumini.

Dalam putusannya, Bripka Sumini dinyatakan telah melanggar kode etik Kepolisian. Usai sidang, Bripka Sumini langsung meninggalkan ruang Pendopo Mapolres Salatiga dengan mata sembab lantaran menangis. Tak ada sepatah kata pun meluncur dari mulut Bripka Sumini. Ia langsung meninggalkan kerumunan wartawan.

Ketua pendamping hukum Bripka Sumini, AKBP Jalal SH dalam pembelaannya menyatakan, bahwa dakwaan terhadap Bripka Sumini cacat hukum, karena yang disampaikan komisi disiplin bersifat umum. Pendamping berkesimpulan dakwaan terhadap Bripka Sumini batal demi hukum.

"Bripka Sumini lama tidak berdinas (disersi) karena malu setelah yang bersangkutan muncul dalam pemberitaan surat kabar. Padahal, pemberitaan bahwa Sumini ditangkap saat memakai sabu, padahal saat itu tidak ada penangkapan. Sedangkan setelah berita itu muncul tidak ada upaya pelurusan dari pihak Polres," jelas Jalal.

Seperti diketahui, sekitar bulan Oktober 2011 Bripka Sumini dikabarkan ditangkap lantaran kedapatan membawa narkoba jenis sabu-sabu saat petugas Resnarkoba Polres Salatiga menggerebek sebuah kos-kosan yang telah masuk target operasi (TO).

Beredar video polisi mengajak damai bule Belanda di Bali


[hhw]

KUMPULAN BERITA
# Polisi Narkoba

JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya






Komentar Anda


Be Smart, Read More
Back to the top

Today #mTAG SPOTLIGHT iREPORTER TOP 10 NEWS
Most Viewed Editors' Pick Most Comments

TRENDING ON MERDEKA.COM

LATEST UPDATE
  • Akses Bandara Soekarno-Hatta melalui Pintu M1 dialihkan
  • Klarifikasi Asmirandah, merasa dibunuh karakternya
  • Penjualan perangkat komputer kembali membaik
  • 5 Pembelaan tepis isu mundurnya bos Pertamina karena intervensi
  • Kisah para pelanggan rumah bordil tewas di pangkuan PSK
  • 5 Fakta ISIS gorok jurnalis AS hingga tewas di padang pasir
  • Jelang putusan MK, TNI–Polri cium gerakan besar ke Jakarta
  • 6 Fakta bejatnya pacar pembantu cabuli dan siksa anak 3,5 tahun
  • Jakarta siaga I hari ini, TNI siagakan Kopassus & Marinir
  • Cerita bayi dibuang dan dimakan binatang
  • SHOW MORE