Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ponpes Didirikan Ormas Perjuangkan Kemerdekaan Getol Ajarkan Nasionalisme

Ponpes Didirikan Ormas Perjuangkan Kemerdekaan Getol Ajarkan Nasionalisme Bendera merah putih raksasa di Monas. ©REUTERS

Merdeka.com - Pesantren secara historis telah memberikan andil besar baik melalui perjuangan fisik saat perebutan kemerdekaan maupun dalam pendidikan. Di masa perjuangan banyak pesantren secara swadaya didirikan masyarakat.

"Sejak dahulu, selain mengajarkan tentang keagamaan, akhlak dan berkehidupan, nasionalisme juga selalu diajarkan, dan pesantren selalu hadir ketika ada ancaman datang," kata Ketua Ikatan Cendekiawan Alumni Timur Tengah (ICATT), Andi Aderus dalam keterangannya, Kamis (3/2).

Andi menilai menjadi hal penting bagi Kementerian Agama untuk melihat legalitas dari pesantren, latar belakang, serta kurikulum pembelajarannya. Hal ini sebagai upaya mewaspadai ponpes didirikan kelompok mengajarkan ideologi transnasional.

"Tapi Ponpes lahir dan didirikan ormas ikut berjuang terhadap kemerdekaan bangsa, tentunya menurut saya itu tidak perlu diragukan lagi," tandasnya.

Menurutnya, para ulama dan kiai serta para santri memahami sejatinya mempertahankan Tanah Air adalah bagian daripada keimanan. Tidak hanya itu, dirinya juga mengungkapkan bagaimana pesantren berasimilasi dengan budaya lokal ada di negeri ini.

"Ponpes saat itu juga mempengaruhi islamisasi budaya lokal. Bukan dengan menjustifikasi kebudayaan agama lain itu salah, tetapi tetap melestarikan budayanya dengan konten berbeda, dengan nilai keislaman," tuturnya.

Pimpinan Pondok Pesantren Darud Dakwah Wal-Irsyad (DDI) ini juga mengungkapkan, di Indonesia dengan jumlah pesantren sangat besar, keberagaman corak, khas dan budaya dari masing-masing pesantren menjadi hal yang istimewa.

"Dengan keragaman ini justru memberikan banyak alternatif kepada anak bangsa untuk menimba ilmu pengetahuan," ungkap Wakil Direktur Pasca Sarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar ini.

Andi menekankan di samping banyaknya jenis dan kekhasan pesantren, seperti pesantren tahfidz, darul hadits, dan pesantren modern, penting untuk mengetahui mana ponpes belajar tentang moderasi beragama dan mana ponpes jauh dari nilai moderasi beragama.

"Jadi, saya kira memang ini sangat penting bagi orangtua atau wali untuk melihat track record dari sebuah ponpes. Perlu dilihat juga bagaimana ponpesnya, alumninya, pengajar seperti apa, hingga kurikulum atau pengajarannya juga dilihat," tandasnya. (mdk/did)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP