Polri tegaskan video Brimob gunakan RPG terjadi saat masih bagian ABRI
Merdeka.com - Polri menegaskan video beberapa anggota Brimob latihan dengan menggunakan senjata jenis granat berpeluncur roket atau RPG saat masih menjadi bagian dari Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI). Alat pengadaan tersebut dibeli pada tahun 1962 untuk pelatihan Korps Brimob.
"Bahwa ini adalah pengadaan tahun 1962. Jadi masih di bawah ABRI. Waktu itu diperuntukkan untuk perebutan atau untuk kaitannya dengan Trikora," kata Kepala Korps Brimob Inspektur Jenderal Murad Ismail di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Sabtu (30/9) malam.
Murad melanjutkan, video tersebut dibuat oleh Alumni Akademi Kepolisian (Akpol) pada tahun 2015 di Pusat Pendidikan Brimob (Pusdikbrimob). Dan digunakan untuk pelatihan siswa Korps Brimob.
"Granatnya daripada dimusnahkan bersama-sama makanya dicoba untuk ditembakkan," ujarnya.
"Saya luruskan supaya tidak ada informasi simpang siur. Betul itu ada di Pusdikbrimob barangnya dan granatnya pun tinggal beberapa. Itu dalam rangka pengenalan senjata," pungkasnya.
Sebelumnya, beredar video beberapa anggota Brimob Polri sedang melakukan latihan dengan menggunakan senjata jenis granat berpeluncur roket atau RPG. Dalam video itu terlihat dua kali anggota Brimob tersebut menembakkan senjata anti-tank itu ke target di hutan belantara.
(mdk/gil)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya