Polri tegaskan pemeriksaan Novel di Singapura masih berlangsung
Merdeka.com - Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan, kalau saat ini timnya tengah memeriksa penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan. Pemeriksaan dilakukan di KBRI Singapura.
"Masih berlangsung (pemeriksaannya). Tadi Pak Argo (Kabid Humas Polda Metro Jaya) sudah memberi tahu dan sementara berlangsung," ujarnya di Gedung Divisi Humas Polri, Jakarta, Senin (14/8).
Dalam pemeriksaan itu, Setyo enggan membeberkan apa saja yang akan ditanyakan kepada Novel. "Substansi, enggak akan kita sampaikan," tegasnya.
Sebelumnya, penyidik Polda Metro Jaya mengaku telah terbang ke Singapura untuk memeriksa Novel Baswedan pada bulan Mei lalu. Bahkan penyidik sudah dua kali ke Singapura untuk memeriksa Novel atas kasus penyiraman air keras, namun penyidik senior KPK itu menolak untuk diperiksa.
"Jadi obrolan tak menyangkut soal kasus ya. Jadi intinya soal pelayanan rumah sakit di Indonesia seperti ini, lebih baik kita ke Singapura juga. Kan yang datang juga polisi, jadi ngobrol soal masa lalu di pendidikan polisi itu," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Jumat (4/8).
Meskipun Novel menolak diperiksa, Argo menegaskan penyidik akan selalu siap bila Novel akan diperiksa dan ditulis dalam Berita Acara Perkara (BAP).
"Jadi pada prinsipnya dari Polda Metro sudah siap," tegasnya.
Selain itu, lanjut Argo, pihaknya hingga kini masih menunggu kesiapan KPK untuk berangkat dan melihat penyidik memeriksa Novel.
"Kami tetap menunggu dari KPK kalau seandainya nanti kapan ke Singapura. Apakah dari dokter di sana kami akan berangkat," pungkas Argo.
Sebelumnya, juru bicara KPK Febri Diansyah berharap ada titik terang usai Polri melakukan pemeriksaan dan meminta keterangan dari Novel. KPK ingin pelaku penyerang terhadap Novel bisa segera diproses hukum.
"Kemudian aktor intelektual bisa ditemukan. Apalagi beberapa waktu sebelumnya Presiden telah menunjukkan perhatian yang kuat untuk pengungkapan kasus ini," tegasnya di Jakarta, Minggu (13/8).
Dia sekaligus membantah kabar yang menyebut Novel tidak bersedia diperiksa penyidik polisi. Menurutnya, sejak awal kejadian Novel selalu siap dan bersedia memberikan informasi yang dibutuhkan. Sejumlah informasi yang dimiliki Novel juga pernah disampaikan pada penyidik yang sebelumnya sudah menemuinya di Singapura.
KPK berharap penuntasan kasus Novel bisa dilakukan segera. "Agar pemberantasan korupsi, termasuk penanganan kasus e-KTP yang pernah ditangani Novel semakin maju mengungkap aktor-aktor utama yang merugikan keuangan negara triliunan rupiah tersebut," harapnya.
(mdk/msh)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya