Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Polri soal Amien Rais diantar 212: Tak bisa masuk, kecuali periksa di lapangan parkir

Polri soal Amien Rais diantar 212: Tak bisa masuk, kecuali periksa di lapangan parkir Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Setyo Wasisto. ©2017 Merdeka.com/anisyah

Merdeka.com - Mabes Polri menanggapi santai rencana 500 orang alumni PA 212 bakal mengawal Amien Rais dalam pemeriksaan kasus hoaks Ratna Sarumpaet di Polda Metro Jaya, besok. Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto mengatakan 500 orang tersebut tak akan bisa masuk ke ruang pemeriksaan karena tak akan muat.

Dia bahkan berseloroh mereka baru bisa mendampingi Amien Rais hingga ke tempat pemeriksaan jika dilakukan di lapangan parkir.

"Ya kita lihat saja. Yang jelas mereka tidak bisa masuk semua karena ruangan tidak cukup. Kecuali kalau meriksanya di lapangan parkir sana ya," Irjen Pol Setyo Wasisto kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (9/10).

Sementara soal persiapan pengamanan, pihaknya akan melihat kondisi nanti. Pihaknya pasti akan menerima kedatangan Amien Rais dengan baik.

"Kita berikan tempat yang enak, yang adem, sehingga beliau memberikan keterangan klarifikasi yang baik," tuturnya.

Namun, Setyo menilai pengawalan Amien Rais dengan jumlah massa 500 orang sebenarnya bukanlah pengawalan, tapi dapat disebut sebagai unjuk rasa.

"Yang mengumpulkan massa itu juga harus melaporkan ke Undang-undang Nomor 9 Tahun 1998. Itu artinya kan mereka melakukan unjuk rasa," tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, Ketua PA 212 Slamet Maarif mengatakan Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais akan dikawal sekitar 500 orang saat diperiksa sebagai saksi kasus hoaks Ratna Sarumpaet.

"Insya Allah untuk berapa orangnya kita belum dapat pastikan, tapi yang jelas dari jawara, brikade, laskar yang sudah siap untuk mengawal beliau ada 500 akan hadir di Al-Munawar, belum termasuk anggota simpatisan dan alumni 212 yang akan langsung hadir, tidak pakai konfirmasi lagi," kata Slamet di Jalan Daksa I, Jakarta, Senin (8/10).

Slamet menjelaskan mereka akan berkumpul mulai pukul 08.00 WIB di Masjid Al-Munawar Pancoran untuk melakukan salat duha dan doa bersama. Setelah itu, baru mereka bersama-sama akan berangkat dengan Amien Rais ke Polda Metro Jaya.

Menurutnya, pengawalan diberikan karena PA 212 tidak ingin ada ulama dan tokoh nasional mendapatkan kriminalisasi.

"Kami enggak akan diam, kami akan bergerak kalau ada tokoh-tokoh ulama kami yang akan coba-coba dikriminalisasi. Karenanya, kita akan kawal beliau, dampingi beliau, sampai dengan Polda Metro Jaya," lanjutnya.

Slamet memastikan ratusan alumni 212 tidak pulang sampai Amien Rais selesai diperiksa oleh penyidik.

Amien Rais sendiri sudah memastikan bakal hadir memenuhi panggilan Polda Metro Jaya, besok. Namun, setelah diperiksa, Amien mengaku bakal membuka kasus korupsi yang sudah lama mengendap di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Saya akan datang di Polda setelah itu saya akan membuat sebuah fakta yang Insya Allah akan menarik perhatian," ujar Amien di Jalan Daksa, Jakarta Selatan, Senin (8/10).

Namun, Amien belum mau membuka apa kasus yang dimaksud. Mantan Ketua MPR itu berjanji akan perlahan membuka kasus-kasus korupsi yang lama tak terdengar kabarnya.

"Yang ini hubungannya tentang penegakan hukum dan korupsi yang sudah mengendap lama di KPK akan saya buka pelan-pelan," katanya.

Reporter: Ratu Annissa SuryasumiratSumber: Liputan6.com

(mdk/dan)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP