Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Polri sebut terduga teroris yang diciduk di Lampung kelompok Santoso

Polri sebut terduga teroris yang diciduk di Lampung kelompok Santoso Ilustrasi Teroris. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Agus Rianto menduga teroris ES yang ditangkap Densus 88 di Lampung termasuk jaringan kelompok teroris Santoso di Poso, Sulawesi Tengah dan kelompok Mujahid di Bima, Nusa Tenggara Barat. Sebab, teroris ES pernah ikut latihan dengan kelompok teroris Santoso selama menjadi Daftar Pencarian Orang (DPO).

"Yang bersangkutan (ES) terlibat dalam kegiatan FAI dilaksanakan beberapa waktu lalu bergabung dengan Abu Roban di Tanggamus. ES dalam pelarian ikut pelatihan kelompok teroris Poso, juga bergabung dengan kelompok teroris di Bima," kata Agus Rianto di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (3/2).

Agus mengatakan, Polri masih menyelidiki teroris ES dalam keterlibatannya dengan ledakan bom di Sarinah, Thamrin pada beberapa waktu lalu. Dia menegaskan teroris ES sebagai anggota kelompok teroris Santoso di Poso.

"Kalau latihan kapan ya, saat melakukan pelarian itu saat bergabung Abu Roban, yang bersangkutan (ES) selalu berpindah tempat di Poso dan Bima," kata dia.

Seperti diketahui, satu orang terduga teroris bernama Edi Santoso alias Sukri berhasil ditangkap oleh Detasemen Khusus 88 Antiteror di Jalan Selat Malaka V Kampung Teluk Jaya, Kelurahan Panjang Selatan, Kota Bandar Lampung, Lampung, Selasa (2/2) sekitar pukul 17.00 WIB. Terduga penyandang dana bagi teroris tersebut sudah diintai selama tiga bulan terakhir oleh polisi.

"Kejadian sekitar pukul 17.00 WIB, dan kata polisi ada bahan peledak di rumah Pak Anwar (almarhum), orangtua yang ditangkap polisi itu," kata Iche Crismiati, warga setempat, Rabu (3/2).

Sebelum penggerebekan, kata Iche, polisi melakukan penyamaran sebagai petugas PLN. Lanjutnya, terduga teroris saat itu sedang menginap di rumah orangtuanya. "Infonya kasusnya sudah dari 2014, jadi sudah buron," ujarnya.

Terkait dengan keberadaan terduga teroris, dia mengatakan bahwa rumah tersebut sering menjadi tempat pengajian yang jemaahnya mengenakan jubah.

"Keluarga yang jadi tersangka teroris tergolong tertutup, bahkan sering ada pengajian yang dihadiri orang berjubah," kata dia.

(mdk/gil)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP