Polri sebut polisi tak terlibat kasus penyelundupan senjata di Sudan
Merdeka.com - Kasus penyelundupan senjata api yang diduga dilakukan oleh 139 pasukan perdamaian atau Formed Police Unit (FPU) telah menemukan titik terang. Tim bantuan hukum dari FPU berhasil membantah tudingan penyelundupan senjata api tersebut.
"Sudah enggak ada masalah dari pihak Sudan dan sudah bersama dengan pihak Indonesia untuk investigasi dan memang tidak ditemukan indikasi itu punya kita," kata Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Rikwanto di Komplek Mabes Polri, Jakarta, Jumat (10/2).
Rikwanto mengatakan sejauh ini pihaknya bersama dengan otoritas setempat tengah mendalami kepemilikan koper yang berisi senjata api itu. "Sedang dicari sama mereka itu punya siapa oleh pihak Sudan," ujar dia.
"Namun sebagai delegasi PBB Unamid dari pihak Unamid sampai kepada pusat di PBB itu tim ada beberapa yang masih mencoba mendalami paling tidak membuat laporan administrasi itu yang membuat agak lama prosesnya," timpal dia.
Rikwanto menuturkan saat ini tim FPU masih berada di Sudan tepatnya di camp Garuda. Menurut dia, tim FPU akan dipulangkan dalam waktu dekat.
Namun, Rikwanto belum bisa memastikan kapan tim FPU itu kembali ke Tanah Air. Polri dan pihak Sudan masih mengatur jadwal pemulangan tim FPU.
"Ini sedang direncanakan tinggal tentukan waktunya saja kapan," pungkas dia.
(mdk/ded)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya