Polri sebut pimpinan Saracen curi puluhan data KTP dan Ijazah buat akun palsu
Merdeka.com - Penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipid Siber) Bareskrim Polri, telah menemukan tindak pidana lain dari Pimpinan Saracen, Jasriadi. Tindak pidana lain itu bahwa Jasriadi telah mencuri puluhan data identitas sejumlah orang.
"Ada paspor, KTP, SIM, BPJS, ijazah, jumlahnya puluhan. SIM saja ada 30 lebih," kata Kasubdit I Direktorat Tindak Pidana Siber, Kombes Irwan Anwar di gedung Dittipid Siber Bareskrim Polri, Cideng, Jakarta Pusat, Selasa (14/11).
Data-data yang telah dicuri oleh Jasriadi itu digunakan untuk membuat akun palsu pada media sosial facebook. Karena, facebook telah mengeluarkan kebijakan untuk menyertakan foto kartu identitas berupa paspor, SIM, Kartu Tanda Penduduk (KTP), kartu anggota militer, hingga tanda pengenal administrasi imigrasi yang bertandatangan.
Oleh karena itulah, Jasriadi mencoba untuk mengakali atau memanfaatkan kebijakan facebook tersebut dengan menggunakan data identitas dari orang lain, untuk melakukan aksi kejahatan melalui media sosial terutama di facebook.
"Untuk verifikasi, motif dia verifikasi. Jadi begini dalam melakukan kejahatan dia melakukan penyamaran, Jasriadi punya akun real berdasarkan KTP asli. Kalau dia menggunakan identitas asli kan mudah dibaca sehingga dia buat akun anonim dengan KTP itu," ujarnya.
Atas perbuatannya itu, Jasriadi disangkakan telah melanggar UU ITE pasal 30 (tentang akses ilegal), Pasal 32 (tentang gangguan terhadap informasi) dan Pasal 35 (tentang pemalsuan informasi).
(mdk/gil)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya