Polri: Pola rekrutmen calon anggota ISIS dimulai dari keluarga
Merdeka.com - Kepala Bagian Penerangan Umum Mabes Polri, Kombes (Pol) Rikwanto mengungkapkan, bahwa Indonesia kini menjadi sasaran target bagi ISIS untuk melebarkan sayap organisasi paham radikal negara Islam. Bahkan menurut Rikwanto, ISIS melakukan rekrutmen anggota melalui lingkungan keluarga.
"Cara kerja rekrutmen ini dari lingkungan keluarga. Contoh 12 WNI yang di Turki itu mereka menyusul suami yang sudah berangkat dan gabung dengan ISIS. Tinggal istri, anak, saudara, teman yang diajak di situ lingkup mereka untuk bergabung dengan ISIS," kata Rikwanto di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (27/3).
Rikwanto melanjutkan, ISIS juga sangat cepat menanamkan pengaruhnya dengan melakukan propaganda melalui sosial media. Selain itu, ISIS mengumumkan eksistensinya di Indonesia dengan membuat ancaman.
"Ini bagian dari propaganda, paling gampang ancam orang terkenal. Itu untuk buktikan bahwa mereka ada dan eksis," kata dia.
Terkait pemulangan 12 WNI ke Indonesia, menurutnya masih dalam pemeriksaan oleh Polri terkait adanya tindak pidana terorisme. Namun demikian, apabila para WNI hanya untuk menyusul keluarga di Turki, mereka tidak dapat dijadikan tersangka.
"Tidak (jadi tersangka) mereka hanya ikut suami ikut bapaknya karena ini satu keluarga dua belas ini. Mereka akan dikembalikan ke keluarganya di kampung," tandasnya.
(mdk/tyo)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya