Polri Pastikan Penyerangan Teroris Terhadap Densus 88 di Bandung Tak Terkait Pemilu
Merdeka.com - Mabes Polri memastikan tiga polisi yang terluka akibat serangan terduga teroris di Cibungur, Bandung Barat, tak terkait Pemilu. Polri menegaskan aksi yang dilakukan terduga teroris tersebut murni penyerangan terhadap anggota Polri.
"Harus kita pahami bahwa yang mereka lakukan itu murni tindakan terorisme. Para pelaku sudah dalam penjajakan polisi sejak lama, dari Lampung, Sibolga hingga ke Jawa Barat. Kita pantau gerakannya sampai akhirnya terdeteksi dan langsung kita lakukan penyergapan," kata Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen M. Iqbal di Mapolresta Surakarta, Jumat (5/4).
Iqbal mengatakan, para terduga teroris tersebut memang ingin menyerang polisi yang dianggap sebagai thogut. Pihaknya memang melakukan upaya paksa selama ini untuk masyarakat Bangsa dan Negara.
Terkait jumlah terduga terorisme yang masih di buruk, Iqbal enggan menjelaskan secara rinci. Mabes Polri, lanjut dia, masih melakukan pengembangan terkait penyerangan 4 anggota Polri.
"Masih ada beberapa yang kita buru. Anggota yang terluka kondisinya juga mulai membaik," pungkas dia.
Sebelumnya, seorang pria terduga teroris berinisial SHS (44) ditangkap Densus 88 bersama Satgas Antiteror di Kampung Cibungur RT 02 RW 11, Desa Batujajar Timur, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, Kamis (4/4). Pihak keluarga mengaku tidak mengetahui penyebab SHS ditangkap.
Dalam insiden itu, diketahui tiga polisi mengalami luka sayatan pisau karena SHS melakukan perlawanan. Mereka kemudian dibawa ke rumah sakit Dustira, Kota Cimahi, sementara SHS berhasil ditangkap dan dibawa menggunakan mobil bersama istrinya, berinisial S.
Ketua RT setempat, Dedi Kusnadi mengisahkan bahwa penangkapan SHS terjadi pagi hari. Namun ia tidak mengetahui kasus yang menimpa salah satu warganya itu. "Iya benar ada penangkapan, tapi enggak tahu soal apa," katanya kepada wartawan.
Di tempat yang sama, tetangga SHS bernama Daryati (57) sempat mendengar suara warga ribut di sertai takbir. Ia kira keributan sesama warga, namun setelah dicek, ternyata SHS diamankan oleh polisi dan sempat ada insiden perlawanan.
"Saya lihat ada polisi terluka. Lalu saya lihat dia (SHS) dibawa ke mobil sambil kepalanya ditutup kain hitam," katanya.
Sementara itu, pihak keluarga belum mendapat penjelasan dari polisi terkait penangkapan SHS. Pasalnya selama ini SHS tidak pernah menampakan gerak gerik yang mencurigakan.
"Kami sebetulnya kaget mendengar ia ditangkap, bingung kenapa, sekarang kami tunggu penjelasan mengapa dia ditangkap polisi," ujar salah seorang anggota keluarga, Yuli.
"Keluarga takutnya dia melakukan kriminal. Secara hubungan kekeluargaan enggak ada masalah, baik. Semoga diberikan kemudahan kalau memang ada kesalahan, keluarga memasrahkan ke pihak Kepolisian," pungkasnya.
(mdk/gil)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya