Polri memerkirakan kelompok Santoso tinggal 25-30 orang
Merdeka.com - Operasi perburuan kelompok teroris Mujahiddin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Santoso masih terus berlangsung. Bahkan, untuk melumpuhkan kelompok teroris yang terkenal licin itu Polri meminta bantuan TNI dalam operasi Tinombala.
Setelah sekian lama operasi perburuan Santoso cs berlangsung, keberuntungan mulai berpihak pada TNI-Polri. Polri mengklaim Santoso dan anak buahnya mulai terdesak serta kerap mendapat serangan dari tim gabungan.
Puluhan anggota kelompok MIT pun dipastikan tewas saat terjadi baku tembak di lokasi persembunyiannya. Hanya saja, medan yang curam dan cuacanya yang buruk menjadi penghalang tim gabungan TNI-Polri menangkap para teroris tersebut.
"Dari mulai awal Februari mereka sudah terjepit, cuma memang situasi medan itu yang kita belum bisa, mudah-mudahan dalam waktu dekat," kata Kasatgas operasi Tinombala Kombes Pol Leo Bona Lubis saat dihubungi wartawan, Jakarta, Rabu (16/3).
Leo Bona mengatakan saat ini jumlah anggota kelompok Santoso mulai berkurang. Diperkirakan, total anggota dari kelompok teroris itu sekitar 30 orang. "Kita tidak bisa memastikan, tapi perkiraan itu di antara 25 sampai 30 orang tinggal," terang dia.
Beberapa hari ke belakang, terjadi baku tembak di area persembunyian kelompok Santoso. Dua anggota teroris itu dipastikan tewas. Keduanya ditembak tepat di bagian kepala dan badan.
Leo Bona menuturkan dalam insiden baku tembak itu, baik dari Polri atau pun TNI tidak ada yang terluka. "Enggak ada, sehat wal afiat semua," pungkas dia.
(mdk/eko)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya