Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Polri larang massa demo 2 Desember bawa bambu runcing

Polri larang massa demo 2 Desember bawa bambu runcing GNPF MUI dan Polri konpers demo 2 Desember. ©2016 Merdeka.com/Muhammad Luthfi Rahman

Merdeka.com - Kadiv Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar melarang massa yang ikut dalam aksi unjuk rasa pada 2 Desember nanti tidak membawa senjata tajam semisal bambu yang diruncingkan. Apalagi, aksi yang akan berlangsung di silang Monas itu adalah ibadah Salat Jumat.

"Dilarang bawa senjata tajam bambu runcing mengacu pada 4-11 ada masyarakat bawa bendera yang ujungnya bambu diruncingkan, ada yang digunakan untuk melukai petugas kita, kan petugas enggak pakai senjata api. Ini bahaya," kata Boy di Kompleks Mabes Polri, Jakarta, Selasa (29/11).

Mengingat aksi berubah format menjadi Salat Jumat, Boy mengimbau massa membawa sajadah masing-masing. Selain sajadah, persiapan logistik lain pun diharapkan dipersiapkan oleh masing-masing peserta unjuk rasa.

"Bawa sajadah masing-masing, perlengkapan pribadi, logistik bawa sendiri," ujarnya.

Boy mengungkapkan jika aksi unjuk rasa berlangsung dari pukul 08.00 WIB sampai dengan pukul 13.00 WIB. Setelah acara selesai, petugas akan menuntun para peserta aksi menaiki bus-bus yang sudah disiapkan petugas.

"Pengamanan ke depankan unsur pemuda masyarakat dari laskar-laskar yang ikut bantu. Diberdayakan bersama petugas untuk jaga kemungkinan pihak lain manfaatkan untuk tujuan enggak baik, jadi acara hikmat sukses lancar," pungkas Boy.‎

(mdk/eko)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP