Polri: Laporan PPATK belum tentu soal simulator
Merdeka.com - Polisi belum bisa memastikan laporan PPATK yang disebut-sebut terdapat transaksi mencurigakan terkaitan pengadaan simulator SIM di Polri. Mabes Polri pun akan meneliti kembali laporan hasil analisis yang diberikan PPATK kepada Polri.
"Sejauh ini hasil laporan hasil analisis (LHA) yang diserahkan ke penyidik Polri tidak menyebut secara spesifik terhadap driving simulator maka akan didalami lebih lanjut. Penyidik memang menerima LHA," jelas Karo Penmas Polri, Brigjen Pol Boy Rafli Amar dalam siaran persnya di Divisi Humas Polri, Jakarta, Senin (13/8).
Namun hasil laporan PPATK ini nantinya akan menjadi acuan untuk penyelidikan lebih lanjut termasuk mengenai Tipikor pengadaan simulator SIM atau hal lain yang juga mencurigakan. "Itulah akan dipakai. Informasi yang diterima penyidik dapat menjadi bahan untuk penyelidikan lanjut, terutama jika ada aliran dana mencurigakan," tambahnya.
Boy juga menegaskan bahwa tidak semua laporan mencurigakan PPATK berujung pada tindakan pidana. Bisa saja suatu perbuatan ilegal namun tidak mengarah ke perbuatan pidana.
"Arahnya dicari ilegal atau legal. Kalau buat bayar bahan material, ya legal. Kalau aliran ke orang tak terkait, ya itu mencurigakan. Jadi nanti dia bisa jadi perbuatan pidana, atau tidak terkait pidana apapun " tutup Boy.
Sebelumnya disebut-sebut ada 15 milyar aliran dana mencurigakan yang mengalir ke tubuh Polri. Dari laporan tahun 2010-2011 PPATK juga disebutkan beberapa diduga terkait dengan proyek pengadaan simulator yang kini juga ditangani KPK. (mdk/hhw)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya