Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Polri kembali kerahkan tim untuk analisa penyebab pipa Pertamina putus

Polri kembali kerahkan tim untuk analisa penyebab pipa Pertamina putus Pencemaran minyak di Balikpapan. ©2018 Merdeka.com/Saud Rosadi

Merdeka.com - Mabes Polri kembali menerjunkan tim Puslabfor dari Surabaya ke Balikpapan, Kalimantan Timur, untuk menyelidiki putusnya pipa Pertamina, di dasar laut teluk Balikpapan. Kedatangan mereka adalah kali kedua, setelah sebelumnya menguji sampel air laut yang tercemar limbah minyak Pertamina.

"Sekarang fokus mau melakukan pengangkatan pipa yang putus itu," kata Kabid Humas Polda Kalimantan Timur Kombes Pol Ade Yaya Suryana kepada merdeka.com, Kamis (12/4).

Tim Puslabfor dari Surabaya itu akan bertugas menganalisa barang bukti patahan pipa. "Titik mana saja yang akan dipotong, dan bagian pipa yang tidak boleh diganggu," ujar Ade.

Ade menegaskan, upaya pengangkatan patahan pipa, memang bekerja sama dengan Pertamina, misal keperluan visualisasi di bawah laut, hingga pengangkatan patahan pipa ke permukaan.

Tim investigasi juga menurutnya, memaksimalkan waktu agar bisa segera mengangkat pipa itu. "Iya, secepatnya perlu crane khusus, dan orang yang bisa melakukan pengelasan di dasar laut," ungkap Ade.

Sampai hari ini, jumlah saksi diperiksa tidak kurang 30 orang, setelah sebelumnya 22 orang. Puluhan orang yang diperiksa penyidik Ditreskrimsus Polda Kalimantan Timur itu berasal dari berbagai kalangan.

"Seperti ABK kapal MV Ever Judger, Pelindo, Pertamina, dan motoris speedboat di sekitar lokasi. Ya, semua yang ada di lokasi saat kejadian," terang Ade.

Dari proses investigasi dan penyidikan yang jalan bersamaan itu, menurut Ade, akan mengerucut kepada pihak yang harus bertanggung jawab.

"Akhirnya kan ke sana (penetapan tersangka). Sekarang, fokus pada barang bukti, alat bukti. Seperti minimal dua keterangan saksi. Kita harus buktikan, dengan cara barang (pipa) itu diangkat untuk dianalisa soal kekuatan tarikan atau dorongan hingga pipa patah dan putus," jelas Ade.

Keterangan diperoleh, Dirut Pertamina Elia Massa Manik, siang tadi menyambangi Mapolda Kalimantan Timur di Balikpapan. Bahkan dia dan rombongan Pertamina Unit Refinery (UP) V, sempat berada di ruang Kapolda Irjen Pol Priyo Widyanto.

Setelahnya, Elia juga menyambangi rumah duka korban tewas tumpahan minyak Pertamina. Elia menyatakan komitmennya mendukung upaya penegakan hukum yang sedang diproses Polda Kalimantan Timur. Kasus itu sendiri, selain mencemari lingkungan perairan Balikpapan, juga mengakibatkan lima orang meninggal dunia.

"Iya, kita memang bekerja sama dengan Pertamina (soal penyelidikan kasus tumpahan minyak akibat putusnya pipa bawah laut)," tutup Ade.

(mdk/cob)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP