Polri jamin usut tuntas pemukulan wartawan liput banjir di Kemang
Merdeka.com - Polisi masih menyelidiki penganiayaan yang dialami oleh seorang jurnalis Net TV saat melakukan peliputan banjir di Kemang, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan. Polisi pastikan, akan mengusut kasus tersebut.
"Iya kalau masalah laporan itu pasti dijalankan, insya Allah kalau laporan begitu jangan ragu-ragu," kata Kepala Bagian Mitra Divisi Hubungan Masyarakat Polisi Republik Indonesia Komisaris Besar Awi Setiyono di Markas Besar Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (12/4).
"Laporkan dan nanti kita akan tindak lanjuti, ya pasti itu kalau yang begitu-begitu, karena wartawankan partner kita juga," tambahnya.
Lebih lanjut, Awi menuturkan, mungkin masyarakat yang melakukan pemukulan tersebut tidak mengetahui orang yang dia pukul itu adalah seorang wartawan.
"Kita juga tidak tahu ya masyarakat ini kebetulan yang memukul ini tahu enggak kalau yang bersangkutan itu wartawan, dilindung UU Pers, kebebasan pers, tentunya juga itu yang kita lakukan edukasi kepada masyarakat," tuturnya.
Awi berharap, masyarakat bisa menghargai profesi pekerjaan seseorang terutama yaitu wartawan yang sedang dalam bertugas untuk mencari berita.
"Bahwasanya kita kebebasan pers sangat dijamin dan UU Pers-nya juga sudah ada, tentunya juga harus kita hargai insan-insan pers yang ada di lapangan," tutupnya.
Diberitakan sebelumnya, seorang jurnalis televisi NET, Haritz Ardiansyah mengalami aksi kekerasan. Wajahnya dipukul dan diludahi oleh seseorang saat sedang meliput.
Informasi yang diperoleh dari Pemimpin Redaksi NET, Dede Apriadi, peristiwa itu terjadi Rabu (12/4) sekitar pukul 00.30 WIB di Jl Kemang Raya Jembatan Krukut, Mampang Prapatan Jakarta Selatan. Saat kejadian korban yang mengenakan seragam NET tengah meliput banjir di kawasan Kemang.
"Dia mengambil gambar jalanan, lalu lintas, kendaraan yang terdampak, juga mogok. Saat sedang mengambil gambar mobil Mini Cooper (B909JCW) yang tengah mogok, tiba-tiba seorang yang sedang berada dekat mobil tersebut, menghampiri Haritz dan memukul wajahnya bagian kiri. Dia juga meludahi Haritz. Dia bilang tidak suka diambil gambarnya," kata Dede Apriadi dalam rilis yang diterima merdeka.com.
Menurutnya, Haritz sempat mencoba berdamai dan berjanji akan menghapus gambar pelaku. Namun, saat sedang menghapus, tiba-tiba pelaku merampas kamera dan terjadi tarik-tarikan yang berakibat patahnya viewfinder kamera.
"Pelaku kemudian juga memukul mobil peliputan NET hingga penyok. Selain mobil Mini Cooper, juga ada Pajero yang masuk rombongan tersebut (B909JAA)," katanya.
(mdk/rnd)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya