Polri dan BNN diminta berbenah usai mencuat testimoni Fredi Budiman
Merdeka.com - Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Strategis Kepolisian Indonesia (Lemkapi) Edi Hasibuan meminta pimpinan Polri dan Badan Narkotika Nasional (BNN) meningkatkan pengawasan kasus narkoba terkait rehabilitasi usai testimoni Fredi Budiman yang diungkapkan Koordinator KontraS Haris Azhar. Edi menilai, dalam rehabilitasi ini rawan penyimpangan dan penyalahgunaan kewenangan.
"Kami minta masalah ini menjadi fokus utama Kapolri dan kepala BNN," kata Edi Hasibuan dalam keterangan tertulisnya kepada merdeka.com, Kamis (4/8).
Namun Edi juga meminta Haris Azhar membantu penyidik Polri mengungkap sepak terjang Fredi Budiman yang mengaku selama ini banyak dilindungi oknum Polri, TNI dan BNN dalam menjalankan bisnis narkoba. Menurut Edi, bukti yang dimiliki Haris Azhar sangat penting dalam pembenahan dan penertiban internal Polri, Tni dan BNN.
"Semoga Haris Azhar memiliki cukup bukti yang diberikan Fredi atau petunjuk yang kuat lainnya termasuk rekaman pembicaraan antara dirinya dengan Fredi bahwa sindikatnya selama ini dilindungi oknum aparat sehingga pernyataannya dalam medsos tidak menjadi fitnah dan pencemaran nama baik kepada sejumlah lembaga negara tersebut," kata Edi.
Diketahui, testimoni tersbeut dilontarkan oleh Haris Azhar tak lama setelah Fredi Budiman dieksekusi mati. Akibat testimoni tersebut Haris Azhar dilaporkan oleh BNN, Polri, dan TNI ke Bareskrim.
(mdk/gil)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya