Polri berharap uang baru bisa tekan peredaran upal
Merdeka.com - Tujuh pecahan uang kertas dan empat pecahan uang logam sudah dirilis Bank Indonesia. Tampilan baru dari nominal yang Rp 100 sampai dengan Rp 100.000 baru itu bertema Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Kabagpenum Divisi Humas Polri, Kombes Martinus Sitompul, menyambut baik penerbitan uang rupiah baru tersebut. Menurut dia, warna dan tinta dari uang baru itu hanya bisa dilihat melalui sinar ultra violet.
"Polri menyambut baik diterbitkannya uang rupiah baru, di mana uang tersebut ada uang kertas dan logam juga. Kalau dari tampilan, soal warnanya sama sekali berubah," kata Martinus di Komplek Mabes Polri, Jakarta, Senin (19/12).
Martinus mengatakan, Polri berharap dengan penerbitan uang baru itu bisa menekan atau mengantisipasi tindak pidana peredaran uang palsu (upal) di Tanah Air. Terlebih, menekan peredaran upal dengan pecahan Rp 100.000.
"Terkait kasus pemalsuan uang ada di beberapa tempat, uang Rp 100.000 buat peredaran uang terganggu, dukung jadi pencegahan buat upal bisa lebih terantisipasi," ujar dia.
Di sisi lain, Martinus menuturkan, masyarakat tidak perlu khawatir dengan penarikan uang rupiah yang lama. Sebabnya, penarikan akan dilakukan Bank Indonesia secara bertahap.
"Masyarakat enggak perlu cemas atau khawatir uang lama enggak berlaku soalnya penarikan dari Bank Indonesia masih menunggu keputusan dari Bank Indonesia," pungkas Martinus.
(mdk/lia)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya