Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Politisi minta fasilitas saat pelesir, ini kata Ketua MPR

Politisi minta fasilitas saat pelesir, ini kata Ketua MPR Zulkifli Hasan. ©2015 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Merdeka.com - Ketua MPR RI Zulkifli Hasan menanggapi bahwa dua politisi yang minta fasilitas saat pelesir ke luar negeri tidaklah pantas. Zulkifli mengatakan bahwa seharusnya pejabat hanyalah mengabdi kepada masyarakat.

"Jangan disorientasi. Bupati, walikota, gubernur, presiden, DPR. DPR Itu kan menjalankan kedaulatan rakyat. Tugasnya cuma satu, melayani rakyat, melayani negara lebih baik," ucapnya saat di Car Free Day, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu (3/4).

"Itu jangan sampai disorientasi, itu mengkhianati cita-cita rakyat, dipilih rakyat untuk mewakili mereka, melayani mereka," tambahnya.

Dua hari terakhir, publik di dalam negeri geram dengan ulah tak pantas dari para politisi yang mengaku sebagai wakil rakyat. Selain kasus suap yang menjerat anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Gerindra M Sanusi, dua politisi lain berulah dengan meminta fasilitas ketika hendak berlibur ke luar negeri.

Pertama, anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Hanura, Wahyu Dewanto Suripman yang terang-terangan meminta Kementerian Luar Negeri memberikan fasilitas saat dia dan keluarganya berlibur ke Australia. Dalam surat itu Wahyu mengaku sebagai kolega Menteri PAN RB Yuddy Chrisnandi. Surat permintaan fasilitas itu menggunakan kop Kementerian PAN RB dengan tanda tangan Sekretaris Kementerian PAN RB, Dwi Wahyu Atmaji, tertanggal 22 Maret 2016. Wahyu meminta fasilitas untuk keberangkatan 24 Maret 2016 hingga 2 April 2016, bersama keluarga.

Fasilitas yang diminta berupa akomodasi dan transportasi selama di Australia. Namun tidak dijelaskan nominalnya. Dalam surat itu, tembusan juga ditujukan kepada Duta Besar RI untuk Australia di Canberra dan Konsul Jendral RI di Sydney.

Cerita lain datang dari politisi Partai Gerindra Rachel Maryam. lagi-lagi, permintaan fasilitas itu terungkap dari bocornya surat dari Rachel Maryam kepada Duta Besar RI untuk Prancis. Dalam surat tersebut, Rachel mengirimkan rencana perjalanannya. Dia bepergian bersama enam orang anggota keluarga.

Rachel tiba di Paris tanggal 21 Maret 2016 dengan pesawat dari Dubai. Dia mengaku akan menginap di Hotel Bradford Elysees Paris. "Saya mengharapkan bantuan saudara untuk dapat memberikan bantuan penjemputan di bandara (kedatangan), transportasi lokal selama di Paris dan pengantaran ke stasiun kereta dalam rangka kunjungan tersebut," tulisnya dalam surat tersebut.

(mdk/bal)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP