Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Politisi Gerindra nilai Jokowi tak perlu datang aksi 2 Desember

Politisi Gerindra nilai Jokowi tak perlu datang aksi 2 Desember Presiden Jokowi. ©REUTERS/Darren Whiteside

Merdeka.com - Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI (GNPF MUI) dan sejumlah kelompok ormas keagamaan akan menggelar aksi doa bersama 2 Desember menuntut penegakan hukum atas kasus dugaan penistaan agama yang menyeret nama Gubernur nonaktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

Dengan format aksi seperti ini, muncul desakan agar Presiden Joko Widodo hadir dan bertemu dengan pendemo. Wakil Ketua Komisi VIII DPR Sodik Mudjahid menilai Presiden Jokowi tidak harus bergabung dengan massa aksi. Presiden cukup menunjukkan komitmen agar proses hukum kasus Ahok berjalan tanpa intervensi pihak mana pun. Jangan sampai ada kesan pemerintah memberi perlindungan hukum kepada Ahok.

"Tidak harus hadir. Yang penting komitmen untuk selesaikan kasus hukum Ahok dan tanpa intervensi Jokowi apalagi keberpihakan Jokowi kepada Ahok," kata Sodik saat dihubungi merdeka.com, Kamis (1/12).

Menurut Sodik, mengawal proses hukum Ahok secara adil dan akuntabel lebih penting ketimbang hadir dalam aksi besok. Sebab, dengan cara itu publik akan merasa tuntutan mereka diakomodir pemerintah.

"Lebih penting proses hukum daripada ketemu. Hanya untuk menghibur apalagi untuk nego atau sampaikan alasan agar tidak proses hukum," ucapnya.

(mdk/noe)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP