Politikus PKS Nilai Tes Wawasan Kebangsaan Tak Hanya Jegal Novel Baswedan
Merdeka.com - Anggota DPR RI Fraksi PKS Nasir Djamil menilai, spekulasi publik terkait tes wawasan kebangsaan sebagai upaya pelemahan KPK bisa jadi benar. Sebabnya berkembang isu 75 pegawai KPK akan dipecat karena tidak lolos tes wawasan kebangsaan. Salah satunya penyidik senior Novel Baswedan.
"Memang ini masih spekulasi publik yang butuh instrumen untuk membuktikannya. Tapi kalau mencermati narasi pelemahan KPK, bukan tidak mungkin spekulasi publik mengandung kebenaran," kata Nasir kepada wartawan, Jumat (7/5).
Bukan tidak mungkin tes wawasan kebangsaan ini untuk menjegal Novel Baswedan. Nasir bilang, patut diduga juga untuk menjegal penyidik-penyidik KPK yang 'tegak lurus'
"Tes itu dalam penilaian publik, bukan hanya diduga menjegal NB, tapi juga patut diduga untuk menjegal para penyidik dan pegawai KPK yang masih 'merah putih' dan 'tegak lurus'," kata mantan Panja revisi UU KPK ini.
Nasir menuturkan, ia pernah meminta Menpan-RB Tjahjo Kumolo agar pegawai KPK seharusnya dites kompetensi bidang, bukan dengan tes wawasan kebangsaan. Sebab masalah wawasan kebangsaan ini bisa diajarkan melalui sebuah proses.
"Saya sudah pernah sampaikan ke menteri PAN dan RB, bagi mereka yang memiliki kemampuan atau skill tertentu maka yang harus dijadikan rujukan itu adalah tes kompetensi bidang, bukan tes kompetensi dasar yang berisi soal soal pengetahuan umum dan kebangsaan. Sebab wawasan kebangsaan itu bisa dilakukan secara 'on going process'," kata anggota Komisi II DPR RI ini.
(mdk/ded)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya