Politikus PKS: KPK lambat tahan Miranda
Merdeka.com - Miranda Swaray Goeltom resmi ditahan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) setelah pemeriksaan perdananya selama tujuh jam sebagai tersangka kasus cek pelawat, Jumat (1/6). Anggota Komisi III DPR dari Fraksi PKS, Indra meminta KPK untuk mengungkap tuntas siapa sponsor dibalik kasus suap pemilihan Deputi Gubernur Senior (DGS) Bank Indonesia tahun 2004.
“Walau agak lambat atau setelah 5 bulan penetapan status tersangkanya, saya memberi apresiasi kepada KPK atas penahanan Miranda. Tapi tentunya kasus cek pelawat ini jangan berhenti sampai Miranda. KPK harus mampu mengungkap siapa sponsor dibalik kasus suap pemilihan DGS BI tahun 2004,” kata Indra dalam keterangan persnya kepada merdeka.com.
Menurut KPK, tidak ada alasan bagi KPK untuk tidak mengusut tuntas. Sebab, bukti-bukti sudah cukup kuat untuk menjerat tersangka lain.
"Karena bagaimana pun sangat terang benderang bahwa pemilik dana Rp 24 miliar yang digunakan sebagai suap dalam pemilihan DGS BI merupakan aktor utama dalam kasus ini. Jadi penahanan atas Miranda diharapkan nantinya KPK bisa lebih optimal dalam mengungkap tuntas kasus cek pelawat ini,” lanjutnya.
Politikus PKS ini juga menegaskan, dengan dokumen dan fakta persidangan pada tersangka dan terdakwa sebelumnya mengungkapkan bahwa cek pelawat tersebut berasal dari salah satu bank atas pemesanan salah satu PT, merupakan petunjuk cukup jelas dalam mengungkap siapa sponsor utama dalam kasus cek pelawat ini.
"Jadi kami tunggu saja keseriusan dan ketajaman KPK dalam mengungkap mastermind dalam kasus cek pewat ini. Siapa pun mastermind dalam kasus ini, hukum harus ditegakkan dan KPK harus mengungkap dan menindak pelaku utama dalam kasus cek pelawat ini,” tegas Indra. (mdk/has)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya