Politikus PDIP sebut peta dunia versi 'Trump' cuma sensasi kampanye
Merdeka.com - Pasca Donald Trump terpilih menjadi Presiden ke-45 Amerika Serikat, sejumlah pihak mulai memberikan spekulasi soal pandangannya terhadap peta global.
Seniman asal Bulgaria Yanko Tsetkov membuat peta dunia, berdasarkan penilaiannya dari pernyataan Trump sat kampanye. Hasilnya, Indonesia dicap sebagai negara dengan jumlah teroris yang besar.
Anggota Komisi I DPR F-PDIP Andreas Hugo Perreira menilai peta yang dibuat Tsetkov itu bukan gambaran nyata dan representatif dari pandangan Trump. Lantaran kategorisasi dan kriteria pembuatan peta tersebut tidak jelas, karena bukan berasal dari lembaga intelijen AS.
"Bukan peta serius. Kategorisasi dan kriterianya pun enggak jelas. Kalau keluar dari CIA kita tanggapi. Ini sensasi campaign," kata Andreas saat dihubungi merdeka.com, Senin (14/11).
Menurutnya, peta dunia yang diduga menjadi pandangan Trump ini hanya sebagai alat kampanye agar lebih mudah menarik perhatian warga saat pemilihan presiden AS. Sehingga, peta tersebut dibuat sensasional.
"Peta dunia ini lebih merupakan alat kampanye, untuk mudah menarik perhatian para pemilih AS pada massa kampanye. Sebagai alat kampanye tentu harus sensasional," tutupnya.
Sebelumnya, dikutip dari koran the Independent, Sabtu (12/11), seniman asal Bulgaria Yanko Tsetkov baru-baru ini membuat sebuah peta dunia yang menurut dia sesuai dengan anggapan Trump.
Benua Amerika Latin, berdasarkan peta buatan Tsetkov, adalah lahan ratu kecantikan dunia Miss Universe. Amerika Latin selama ini sudah sering meraih gelar Miss Universe, ajang kontes kecantikan yang dibuat oleh Trump.
Terkait teroris, peta dunia versi Tsetkov ini mengarahkan telunjuknya ke Timur Tengah dan Afrika Utara. Dalam peta buatan Tsetkov, daerah Timur Tengah hingga Afrika Utara dan termasuk Indonesia berwarna hitam, yang berarti terkait terorisme.
(mdk/tyo)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya