Politikus PDIP sebut pertemuan dengan Radar Bogor bentuk pertemanan
Merdeka.com - Politikus PDIP Diah Pitaloka membenarkan dirinya bersama beberapa pihak menyambangi kantor Radar Bogor di Gedung Graha Pena, Yasmin, Bogor, Jawa Barat, Jumat (1/6). Dia mengatakan, ini adalah bentuk dari pertemanan.
Sebelumnya, Kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) kembali menggeruduk kantor Radar Bogor di Gedung Graha Pena, Yasmin, Bogor, Jawa Barat, Jumat (1/6). Mereka menuntut Radar Bogor meminta maaf secara terbuka terkait pemberitaan berjudul 'Ongkang-ongkang Kaki Dapat Rp 112 Juta' yang dianggap menyudutkan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri.
"Kita datang itu sebagai teman. Kita tak menekan tidak. Ini kan persoalan kehormatan, jadi harus gentleman," kata Diah saat dihubungi, Jumat (1/6).
Dia mengatakan, dalam era demokrasi ini dan media sebagai pilar demokrasi harus bisa mengedepankan budaya saling memaafkan.
"Kita datang sebagai bentuk menghargai dengan teman. Pers itu kan pilar demokrasi. DPR biasa dikritik, masa, media enggak bisa dikritik. Kalau kita salah kita minta maaf. Tradisi ini yang kita bangun," jelas anggota Komisi VIII DPR RI ini.
Diah menjelaskan, pertemuan dengan pihak Radar Bogor juga berlangsung penuh kekeluargaan. Selain itu, dia mengungkapkan, perbedaan pendapat yang terjadi kini sudah cair.
"Kita sudah salaman, kita sudah ngobrol. Sudah cair. Positif pertemuan ini," pungkasnya.
Untuk diketahui, Pemimpin Redaksi Radar Bogor Tegar Bagja mengatakan, sejumlah tokoh PDIP ikut hadir. Di antaranya Rudi Harsa Tanaya dan Diah Pitaloka. Pertemuan kedua belah pihak tersebut juga disaksikan Staf Khusus Wakil Presiden Jusuf Kalla, Alwi Hamu yang datang terpisah.
"Staf Khusus Wapres, Pak Alwi Hamu untuk menengahi dan menyudahi ini karena memang ekskalasi kegaduhan sangat tinggi," lanjutnya.
Sempat terjadi kericuhan saat massa tiba di kantor Radar Bogor. Beruntung kericuhan tidak berujung perusakan. Menyikapi tuntutan dari PDIP tersebut, Radar Bogor masih melakukan pertemuan internal untuk mengambil keputusan yang tepat.
"Kemungkinan minta maaf terbuka tidak. Manajemen Radar Bogor sedang merumuskan bagaimana menyikapi tuntutan PDIP itu, agar situasi di Bogor secara khusus bisa reda," pungkasnya.
Reporter: Putu Merta Surya
Sumber: Liputan6.com (mdk/fik)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya