Politikus PDIP sebut intimidasi di CFD kemunduran demokrasi
Merdeka.com - Anggota Komisi III DPR dari Fraksi PDI Perjuangan Arteria Dahlan menegaskan, aksi intimidasi dari oknum kelompok berkaus #2019gantipresiden kepada kepada ibu bernama Susi Verawati dan anak di Car Free Day Sudirman-Thamrin merupakan kemunduran demokrasi. Arteria meminta polisi mengusut tuntas aksi intimidasi tersebut.
"Saya tegaskan, negara harus hadir, Polri wajib mengusut tuntas insiden CFD kemarin setuntas-tuntasnya. Intimidasi atas pilihan yang berbeda itu haram hukumnya, dan hal tersebut merupakan kemunduran demokrasi," kata Arteria melalui pesan tertulis yang diterima merdeka.com, Kamis (3/5).
Alasan Polri harus mengusut kasus ini, kata Arteria, karena kecurigaan bahwa aksi intimidasi tersebut bukan tindakan spontan melainkan telah didesain secara sistematis.
"Apa iya itu aksi spontan, apa bukan gerakan yang sistematis dan didesain dengan rapi? Saya kan bukan orang intel tapi melihat videonya ya saya yakinkan bukan spontan," tegasnya.
Politikus PDIP ini juga meminta Pemerintah Daerah DKI Jakarta lebih tegas melakukan pengawasan agar acara CFD tidak disisipi kegiatan yang bermuatan politik. Hal ini sesuai dengan amanat Pergub DKI No 12 Tahun 2016 tentang Pelaksanaan Hari Bebas Kendaraan Bermotor.
"CFD hanya diperkenan untuk kegiatan yang bertema lingkungan hidup, olah raga dan seni budaya," ujar Arteria.
Dua korban dugaan intimidasi pada acara Car Free Day (CFD) telah membuat laporan di Mapolda Metro Jaya. Mereka bernama Susi Ferawati dan Stedi Repki Watung.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan. "Kita tunggu saja penyidik sedang bekerja yah, siapa-siapa saja yang melakukan intimidasi itu," kata Argo.
(mdk/did)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya