Politik dinasti membuat korupsi merajalela
Merdeka.com - Politik dinasti tumbuh setelah tumbangnya era orde baru. Sistem seperti itu menjadi penyebab tumbuhnya korupsi, kolusi dan nepotisme.
"Kalau saya lihat politik dinasti justru bangkit setelah orde baru. Kerajaan-kerajaan muncul sangat banyak dan mempunyai peran. Terutama sejak otonomi daerah, kecuali Sumatera Barat tidak ada politik dinasti," ujar politisi Partai Golkar, Indra J Piliang dalam diskusi polemik politik dinasti di Warung Daun Cikini, Sabtu (26/5).
Pasalnya, politik dinasti adalah politik kekerabatan karena tidak dapat dipisahkan oleh budaya dan tumbuh subur di parpol. Sistem ini penyebab tumbuhnya korupsi kolusi dan nepotisme secara bersaman.
"Tidak dapat dipisahkan oleh budaya dan tumbuh subur di partai politik," jelasnya.
Sementara itu, pengaruh negatif yang didapat adanya politik dinasti membuat partai politik hanya sebagai simbolis saja. Sehingga banyak implikasi negatif yang didapat, seperti pengaruh sukses dalam pemilu.
"Parpol hanya kumpulan gerombolan dan fans club," tuturnya.
Sehingga politik dinasti mengajarkan untuk menjadi mental menerobos. Dimana tidak melakukan kompetensi secara profesional.
"Politik dinasti mengajarkan kita untuk menjadi mental menerobos hal ini tidak diperlukan jenjang-jenjang sebagaimana mestinya dan ini menimbulkan hal yang tidak baik," pungkasnya. (mdk/did)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya