Polisi Yogya buru suporter sepak bola pembakar motor dinas
Merdeka.com - Polres Gunungkidul masih memburu pelaku utama pembakaran motor KLX 250 cc milik kepolisian. Sebanyak 23 orang sudah diamankan pihak kepolisian paska bentrokan antara polisi dengan suporter sepakbola di Bunderan Siyono, Playen, Gunungkidul pada Minggu (7/5).
Kapolres Gunungkidul, AKBP Muhammad Arif Sugiayarto menjelaskan, bentrokan antara suporter salah satu klub sepakbola asal Yogyakarta dengan pihak kepolisian berawal dari adanya informasi bentrokan suporter sepakbola asal Solo dan Yogyakarta.
"Kita antisipasi karena kemungkinan akan ada rencana bentrok antar suporter. Karena seusai menyaksikan pertandingan di Stadion Sultan Agung, Bantul para suporter asal Solo dialihkan melalui Panggang untuk kembali ke Solo," ujar Arif di Mapolres Gunungkidul Senin (8/5)
Mengantisipasi bentrokan, polisi melakukan pencegatan di seputar Bundaran Siyono, Playen. Saat akan melakukan pencegatan, 500 orang suporter asal Yogyakarta menolak untuk dicegah.
"Akhirnya terjadilah insiden bentrokan. Kita tangkap 23 orang sebagian besar bukan berasal dari Gunungkidul, tetapi berasal dari Bantul, Sleman, bahkan kulonprogo,"bebernya.
Arif menuturkan bahwa akibat bentrokan itu, dua orang polisi terluka. Selain itu sebuah kendaraan dinas KLX 250 milik kepolisian hancur dibakar massa.
"Kita tahu siapa yang menggerakkan, siapa yang turut dalam kerusuhan, termasuk yang membakar sepeda motor polisi dan melukai petugas. Mereka masuk dalam DPO kami, dan tengah kita cari untuk ditindak tegas," tegas Arif.
Dari tangan para pelaku polisi menyita 7 kendaraan sepeda motor, 22 kayu, enam tongkat besi, satu rantai motor, satu tali motor, hingga bom molotov. Hingga kini pihaknya, terus melakukan pemeriksaan terhadap suporter yang tertangkap. (mdk/noe)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya