Polisi yang bunuh istri di Riau ternyata suka mabuk-mabukkan
Merdeka.com - Bripka St Simanjuntak, anggota Babinkantibmas Polsek Kepenuhan kabupaten Rokan Hulu (Rohul) Riau, tega menembak istrinya Risma, dengan 5 amunisi dari senjata revolver dinasnya. Menurut keluarga Risma Nainggolan, Bripka St sering mabuk-mabukan.
"Sapetua (Bripka St) hobinya mabuk-mabukan. Istrinya sering menasehatinya supaya jangan mabuk, tapi sepertinya tidak didengarkannya. Kita menduga saat kejadian dia lagi mabuk," kata D boru Sianturi kakak ipar Risma Nainggolan, Selasa (20/10).
Menurut D Sianturi, sejak beberapa tahun terakhir rumah tangga Risma dan Bripka St memang sudah retak, dan tidak pernah akur lagi. Pasangan suami istri ini sering berkelahi, meski terkadang keluarga dari kedua belah pihak berusaha mengembalikan keutuhan rumah tangga mereka.
"Sudah beberapa kali kita coba untuk mendamaikan mereka. Memang banyak kali masalah mereka. Tapi itukan masalah rumah tangga jadi kita tidak terlalu banyak ikut campur," kata D Sianturi.
Pertengkaran rumah tangga Bripka St dan Risma bukan hanya masalah biasa, terkadang ada rasa cemburu dari salah satu mereka. Dan itu membuat keluarganya merasa bertanggung jawab untuk menjaga keutuhan rumah tangga keduanya.
"Tapi kalau sudah tidak ada jalan keluar, biasanya kami yang mendamaikan," ucap wanita warga Sungai Pagar Kabupaten Kampar, Riau itu.
D Sianturi menginginkan agar Polres Rohul di bawah Komando AKBP Pitoyo Agung selaku Kapolres segera menangkap pelaku dan memprosesnya. Pihak keluarga berharap agar Bripka St Simanjuntak dihukum seberat-beratnya.
Sementara Kanit Reskrim Polsek Kepenuhan tempat Bripka St berdinas, Ipda Safaruddin tidak membantah anak buahnya itu hobi menenggak minum-minuman keras sampai mabuk.
"Tapi dalam kejadian ini, kita belum tahu apakah dia sedang mabuk atau tidak, itu belum bisa kita pastikan. Karena sampai sekarang dia (Bripka St) belum ditangkap," kata Safaruddin.
Usut punya usut, ternyata Risma merupakan istri kedua Bripka St Simanjuntak. "Saya juga sering mendengar kalau mereka sering ribut. Tapi saya selalu nasehati masalah rumah tangga harus diselesaikan secara bijaksana," pungkasnya.
Diketahui, Risma boru Nainggolan yang ditembak sebanyak lima kali hingga tewas oleh sang suami pada Senin (19/10) sekitar pukul 10.30 pagi. Setelah menembak sang istri, polisi yang juga berdinas PAM di salah satu Bank Swasta ini malah kabur. Hingga kini, dia belum menyerahkan diri dan masih dalam pengejaran oleh petugas kepolisian Polres Rohul.
(mdk/cob)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya