Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Polisi Yakin Penyerangan Kampus UMI Makassar Sudah Terencana

Polisi Yakin Penyerangan Kampus UMI Makassar Sudah Terencana Kapolrestabes Makassar, Kombes Polisi Yudhiawan Wibisono. ©2019 Merdeka.com/Salviah Ika Padmasari

Merdeka.com - Dalam sepekan terakhir terjadi dua kali penyerangan di dalam kampus Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar yang terletak di Jalan Urip Sumoharjo, Kecamatan Panakkukang.

Penyerangan pertama terjadi Selasa (12/11). Penyerangan itu memakan satu korban jiwa, Andi Fredi Akirmas (21), mahasiswa Fakultas Hukum. Penyerangan kedua, Selasa (18/11) siang. Beruntung tak ada korban jiwa. Namun fasilitas papan panjat tebing atau wall climbing di ruangan bekas sekretariat UKM Mapala dibakar dan ruang perkuliahan Fakultas Hukum dirusak.

Polisi meyakini penyerangan ini sudah terencana dengan matang. Buktinya, para pelaku melakukan aksinya mengenakan penutup wajah. Mereka dilengkapi senjata tajam, balok dan batu. Usai melakukan penyerangan, mereka juga langsung kabur dengan kendaraan yang disiapkan.

"Ini sangat terencana. Usai lakukan tindak pidana pembakaran dan pengrusakan fasilitas, para pelaku melarikan diri dengan mobil dan sepeda motor," kata Kapolrestabes Makassar, Kombes Polisi Yudhiawan Wibisono saat ditemui di dalam kampus UMI Makassar, Senin petang, (18/11).

Dia menyayangkan penyerangan di dalam kampus. Menurutnya, kelakuan para penyerangan seolah menggambarkan bangsa barbar.

"Ini kasus luar biasa. Kita sebagai bangsa bermartabat tapi ini kelakuan seperti barbar, bukan orang Indonesia," katanya.

Polisi Kantongi Identitas Penyerang

Mantan direktur reserse kriminal khusus Polda Sulsel ini menduga pelaku penyerangan kedua kali ini lebih dari seratus orang. Dia mengaku sudah mengantongi identitas pelaku. Dia juga berjanji akan segera ditangkap.

Disinggung soal pelaku penyerangan pertama di kampus UMI yang sudah ditangkap, dia menyebut ada tambahan dua orang. Sebelumnya polisi telah menetapkan tiga orang mahasiswa UMI sebagai tersangka, delapan orang lainnya dalam pengejaran.

"Sementara ini baru tiga orang mahasiswa ditetapkan sebagai tersangka. Dua orang lagi baru saja ditangkap, dia turut menendang dan memukul korban gunakan balok tapi belum ditetapkan sebagai tersangka karena masih pemeriksaan intensif," ucapnya.

(mdk/noe)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP