Polisi uji proyektil peluru penembak dua anggota Polres Bima
Merdeka.com - Proyektil peluru yang bersarang di tubuh bagian tulang panggul sebelah kanan Bripka Abdul Gofur, salah satu korban penembakan di Bima Kota, Nusa Tenggara Barat, Senin (11/9), berhasil dikeluarkan. Proyektil itu berhasil dikeluarkan melalui operasi di Rumah Sakit Umum Bhayangkara Mataram.
"Operasinya dilaporkan berjalan lancar. Proyektilnya sudah berhasil dikeluarkan tadi malam," kata Kabid Humas Polda NTB AKBP Tri Budi Pangastuti kepada wartawan di Mataram, Selasa (12/9).
Operasi pengangkatan proyektil terhadap Bripka Zainal Abidin juga berjalan lancar. Bripka Zainal sudah lebih dulu menjalani operasi pengangkatan proyektil peluru di Rumah Sakit Umum Daerah Bima Kota.
Proyektil peluru yang bersarang di bahu sebelah kanannya berhasil diangkat pada Senin (11/9) Siang. Kondisi kesehatan dari kedua korban dilaporkan sudah mulai membaik, namun masih harus mendapat perawatan medis di rumah sakit.
"Saat ini kondisi kedua anggota sudah stabil dan masih dalam fase pemulihan," ujarnya.
Kemudian untuk proyektil peluru yang berhasil dikeluarkan dari tubuh kedua anggota, telah ditindaklanjuti rekan anggota dari Polda NTB. Proyektil pelurunya diamankan untuk menjadi alat bukti penyelidikan dalam upaya pengungkapan identitas pelaku penembakan kedua anggota yang peristiwanya terjadi sesaat setelah mengantarkan anaknya pulang sekolah.
"Proyektilnya sudah diamankan dan sekarang masih dalam pemeriksaan di Polda NTB," pungkasnya.
Sebelumnya, kepolisian mengamankan empat warga yang diduga terlibat dengan peristiwa penembakan dua anggota Polres Bima Kota, Nusa Tenggara Barat. Walaupun telah diamankan, mereka masih berstatus sebagai saksi.
Kabid Humas Polda NTB AKBP Tri Budi Pangastuti mengatakan, pihaknya masih melakukan pendalaman terhadap kasus penembakan ini. Empat warga yang diamankan berinisial IF (31), LS (34), IK (21) dan WD (27).
Keempatnya berasal dari Kelurahan Penatoi, Kecamatan Mpunda, Bima Kota. Selain mengamankan empat orang itu, polisi turut menyita sejumlah barang bukti di antaranya senjata tajam dan buku bacaan.
Menurut informasi, empat warga Penatoi yang diamankan mengenal pelaku. Karena itu, polisi mengamankannya untuk melengkapi materi penyelidikan.
Lebih lanjut, empat warga yang diamankan saat ini masih berada di Mapolres Bima Kota untuk menjalani proses pemeriksaannya.
Peristiwa penembakan terjadi pada Senin (11/9) pagi, dengan korban Bripka Jainal Abidin, anggota Satuan Sabhara Polres Bima Kota dan Bripka Gapur, anggota Polsek Langgudu.
Kedua anggota mengalami luka tembak, namun dikabarkan masih bisa diselamatkan. Karena itu, keduanya sampai saat ini masih mendapat perawatan medis di Rumah Sakit Umum Bima.
(mdk/gil)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya