Polisi tunggu hasil autopsi penyebab kematian Sudrun
Merdeka.com - Kepolisan Sektor Makasar masih menunggu hasil autopsi RS Polri, Kramatjati, Jakarta Timur, untuk mengetahui penyebab tewasnya Sahuri (36) alias Sudrun, pencuri tabung gas, yang hanyut di kali Kali Sunter, Cipinang Melayu, Makasar, Jakarta Timur, Rabu (23/1) kemarin.
Kapolsek Makasar Kompol Sutarjo, mengatakan sebelum tewas Sudrun diduga sempat dihajar warga sebelum nekat melarikan diri dengan cara melompat ke Kali Sunter. Menurut Sautarjo, penganiayaan itu terlihat dari luka lebam yang ada di bagian wajah korban.
"Masih menunggu hasil autopsi, kita ingin tahu, dia tewas karena dianiaya atau karena tenggelam. Hal ini diperlukan untuk upaya hukum selanjutnya," ujar Kapolsek Makasar Kompol Sutarjo, saat dihubungi wartawan, Jumat (24/1).
Sutarjo menambahkan, nanti kasus ini akan dilimpahkan ke Polsek Metro Cipayung. Sebab lokasi kejadian pertama kali terjadi di wilayah tersebut. "Karena kan peristiwanya berada di kawasan Cipayung, penangkapan oleh warga di sana," ujarnya.
Sebelumnya diberitakan, pria yang sehari-harinya sebagai pemulung ini, nekat mencebur ke kali sunter, lantaran mencoba melarikan diri saat tertangkap basah warga Cipayung, karena mencuri tabung gas, dan sepasang velg sepeda motor.
Sudrun ditemukan warga di Kali Sunter, Cipinang Melayu, Jakarta Timur, dengan kondisi tangan terborgol ke bagian belakang dan muka lebam. Diduga, jasad Sudrun telah hanyut dari daerah Bina Lindung, Pondok Gede, yang berjarak sekitar satu kilometer dari lokasi penemuan. (mdk/mtf)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya