Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Polisi tetapkan 17 tersangka pembakaran rutan di Bengkulu

Polisi tetapkan 17 tersangka pembakaran rutan di Bengkulu Ilustrasi penjara. ©2012 Shutterstock/rook76

Merdeka.com - Polda Bengkulu menetapkan 17 tersangka pembakaran dan kerusuhan yang terjadi di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Melabero Kota Bengkulu, Jumat (25/2) pekan lalu. Kapolda Bengkulu, Brigjen Pol M Ghufron mengatakan, 17 tersangka itu memiliki peran berbeda dalam pembakaran rutan.

"Ada tiga kelompok dalam tindak kerusuhan dan pembakaran ini," kata Ghufron, di Bengkulu, Senin (28/3), dikutip dari Antara.

Ghufron menyebut, kelompok pertama merupakan pelaku yang diduga melakukan pembakaran Rutan Malabero, berinisial N dan M.

"Nanti arahnya mereka melanggar pasal 187 KUHP, kalau mengakibatkan kematian bisa disangkakan pasal 187 ayat 2," ujar Ghufron.

Kelompok kedua, kata dia, yaitu kelompok yang melakukan perusakan kamar tahanan dan juga melakukan provokasi agar yang lain untuk ikut merusak rutan.

Empat belas tersangka kelompok kedua tersebut disangkakan melanggar pasal 170 KUHP, dengan ancaman kurungan lima tahun penjara.

"Satu orang yakni kelompok ketiga, dia provokator, yang teriak-teriak bakar, menyuruh yang lainnya melakukan perusakan, tersangka ini berinisial EK," jelas Ghufron.

Tersangka EK disangkakan melanggar pasal 160 KUHP. Menurutnya, tidak menutup kemungkinan adanya tersangka lain dalam tindak pembakaran Rutan Malabero Bengkulu.

Selain menetapkan 17 tersangka, polisi juga memeriksa 30 orang saksi terkait peristiwa tersebut. "Selain saksi dari tahanan, kita juga lihat dari gambar CCTV yang ada di rutan," imbuhnya.

Rumah Tahanan Negara Malabero di Kelurahan Sumur Meleleh, Kota Bengkulu, terbakar pada Jumat pekan lalu, sekitar pukul 21.30 WIB. Kebakaran rutan membuat puluhan anggota keluarga narapidana mendatangi lokasi, karena khawatir dengan keselamatan jiwa anggota keluarga mereka.

Personel polisi dari Polda Bengkulu membantu evakuasi ratusan tahanan dari Rutan Malabero. Ratusan narapidana dengan bertelanjang dada diamankan di salah satu bangunan di dekat Rutan, lalu dipindahkan ke Lembaga Pemasyarakatan Bentiring menggunakan kendaraan. Lima orang narapidana tewas dalam tragedi itu.

(mdk/ary)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP