Polisi Temukan Luka pada Dada dan Tangan Mayat Tanpa Identitas di Buleleng
Merdeka.com - Polisi mulai menemukan titik terang terkait kasus penemuan mayat tanpa identitas di Pantai Pelisan, Kabupaten Buleleng, Bali, Rabu (13/1). Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara medis, mayat tersebut diketahui adalah ras mongoloid atau asia.
Kasubag Humas Polres Buleleng, Iptu Sumarjaya menerangkan, hasil sementara pemeriksaan medis, mayat laki-laki berusia diperkirakan 20 hingga 65 tahun.
"Ras mongoloid, panjang tubuh -/+ 145 cm. Ditemukan luka lecet tekan pada dada dan memar pada kedua belah tangan akibat kekerasan benda tumpul," kata Sumarjaya saat dikonfirmasi, Kamis (14/1).
Selain itu, di jenazah tersebut telah terjadi proses adiposera atau pelemakan di seluruh tubuh. "Sebab kematian tidak dapat ditentukan karena tidak dilakukan bedah mayat. Waktu kematian diperkirakan antara 4 hari (atau) 3 bulan sebelum waktu pemeriksaan," ujar Sumarjaya.
Ia juga menyebutkan, bahwa untuk identitas mayat pihaknya masih melakukan penyelidikan. "Identitas belum diketahui dan masih penyelidikan. Kekerasan benda tumpul itu hasil medis dan masih perlu diselidiki benda tumpul apa. Untuk kasusnya masih diselidiki apakah peristiwa pidana atau hal lain," ujar Sumarjaya.
Mayat yang ditemukan mengambang di pinggir laut itu dengan ciri-ciri tanpa mengenakan pakaian. Diduga mayat tersebut sudah lama berada di laut.
Sementara, dari keterangan saksi Gede Nantayasa (48) yang merupakan nelayan, saat itu sekitar pukul 10.00 Wita saksi sedang memperbaiki jukung dan kemudian saksi bernama Gede Surasta (53) sedang memungut kayu bakar. Kemudian, mencium bau menyengat dan dikira bangkai sapi di tumpukan sampah laut.
(mdk/cob)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya