Polisi temukan 3 butir peluru dalam tas pembunuh pegawai BNN
Merdeka.com - Petugas menemukan tiga butir peluru dari tas milik AM, tersangka pembunuh Indria Kameswari (38), pegawai Badan Narkotika Nasional (BNN).
Kepala Satuan Reskrim Polres Bogor Ajun Komisaris Bimantoro Kurniawan menjelaskan, peluru tersebut didapati saat tersangka berada di Bandara Halim Perdanakusuma ketika hendak terbang menggunakan salah satu maskapai penerbangan tujuan Batam.
Tersangka kemudian diamankan oleh petugas bandara, namun dapat melarikan diri.
"Jadi ketika pelaku melewati ditektor, terdeteksi di dalam tasnya ada peluru. Kemudian pelaku dan tas itu diamankan petugas bandara. Tapi pelaku dapat kabur dan naik pesawat tujuan Batam," ucap Bimantoro kepada wartawan, di Mapolres Bogor, Rabu (6/9).
Saat ditanya, lanjut Bimantoro, tersangka mengaku jika peluru tersebut adalah milik kakaknya yang seorang anggota di sebuah kesatuan.
Tersangka kemudian diminta oleh petugas bandara untuk memanggil kakaknya. Kesempatan itu kemudian dimanfaatkan oleh tersangka untuk kabur.
"Ia tidak kembali ke ruangan petugas, tapi langsung naik pesawat tujuan Batam tanpa sepengetahuan petugas," kata Bimantoro.
Dirinya mengungkapkan, dari rekaman CCTV Bandara Halim Perdanakusuma, terlihat jika tersangka berada di bandara tepat di hari peristiwa pembunuhan itu terjadi, Jumat (1/9/2017).
"Saat membunuh korban (istrinya, red), tersangka langsung kabur ke Batam di hari yang sama," tuturnya.
Tersangka AM dibekuk petugas gabungan di Batam, Kepulauan Riau, pada Minggu (3/9/2017), atau tiga hari setelah peristiwa pembunuhan itu terjadi.
Saat ditangkap, tersangka bersembunyi di rumah salah satu kerabatnya di sana. Sejauh ini, polisi masih melakukan pemeriksaan secara intensif terkait senjata api yang digunakan tersangka untuk menembak istrinya itu.
Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti, seperti rekaman CCTV, tiga unit Handphone, dan pakaian korban dan pelaku saat pembunuhan terjadi.
(mdk/rhm)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya