Polisi Tembak Mati Penjambret di Medan
Merdeka.com - Petugas dari Polrestabes Medan menangkap lima orang penjambret yakni M Riski Agung, Aris, Fauzan Akbar, Boy Sitorus, dan Adit. Namun, satu orang di antaranya terpaksa ditembak mati. Mereka diketahui telah menjambret seorang dokter bernama Renata Nainggolan di Jalan KH Wahid Hasyim, Kota Medan, beberapa waktu lalu.
Kasat Reskrim Polrestabes Medan, Kompol Muhammad Firdaus, mengatakan penjambretan yang dilakukan para tersangka terjadi pada Jumat (21/1) sekitar pukul 16.15 WIB. Aksi itu pun terekam kamera CCTV. Namun, polisi tak memerinci tersangka mana yang menjalankan penjambretan tersebut.
"Saat itu korban baru turun dari mobilnya dan hendak masuk ke tempat kuliner sambil menenteng tas. Tiba-tiba dua pelaku yang berboncengan mengendarai sepeda motor memepet korban. Tersangka yang dibonceng langsung merampas tas korban," katanya, Jumat (18/2).
Atas kejadian itu sejumlah barang milik korban raib dibawa kabur tersangka. Kemudian, petugas melakukan penyelidikan dan berhasil mengetahui identitas para tersangka. Kata Firdaus, penjambretan itu dilakukan oleh komplotan yang kerap melakukan aksi tersebut.
"Diketahui tersangka Agung berada di Jalan Kapten Sumarsono, Kecamatan Medan Helvetia. Petugas meringkus Agung pada Kamis (17/2). Saat diinterogasi dia mengaku beraksi bersama temannya yakni Aris, Fauzan dan Adit. Kemudian dilakukan pengembangan dan polisi meringkus Fauzan di Jalan Setia Budi," jelas Firdaus.
Lanjutnya, tersangka Adit dan Aris telah ditangkap terlebih dahulu oleh Polsek Sunggal dalam kasus pencurian disertai dengan kekerasan. Lalu, polisi menangkap Boy yang merupakan penadah hasil barang curian itu.
"Petugas mengembangkan kasus ini dengan mengajak tersangka Fauzan dan Agung menunjukkan keberadaan sepeda motor yang mereka gunakan untuk menjambret," ucap Firdaus.
Namun, tersangka Agung dan Fauzan mencoba merampas senjata api milik petugas. Polisi pun menembak kedua tersangka tersebut.
"Kami sempat membawa tersangka Agung ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan untuk mendapat pertolongan pertama. Namun, sampai di rumah sakit nyawa Agung sudah tidak tertolong lagi," pungkas Firdaus.
(mdk/fik)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya