Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Polisi tembak mati Jamal saat ngamuk dan mabuk berat di rumah warga

Polisi tembak mati Jamal saat ngamuk dan mabuk berat di rumah warga Garis kapur polisi. ©shutterstock

Merdeka.com - Ketua Laskar Jayakarta Jupri Pasaribu alias Jamal (45) ditembak mati oleh Kanit Reskrim AKP I Gede Ngurah saat berbuat onar di kediaman salah satu warga di Sungai Bambu, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Rupanya saat kejadian, Jamal diketahui sedang mabuk berat.

Kepala Seksi Profesi dan Pengamanan Polres Metro Jakarta Utara, Komisaris Santoso, yang mengatakan, dari hasil autopsi diketahui bahwa ditemukan kandungan alkohol di tubuh Jupri mencapai 70 persen.

"Memang ada informasi Jupri ini membawa senjata tajam (sajam). Tapi tidak kami temukan Sajam itu di lokasi kejadian," ucap Santoso ketika dihubungi wartawan, Selasa (7/7).

Saat kejadian terjadi, kata Santoso, Jupri tidak melakukan perlawanan apapun terhadap polisi yang menembak. Tetapi pihaknya menemukan beberapa batu yang dilempar oleh Jupri ke dalam rumah yang ia serang. Bahkan ada batu seukuran pembatas jalan yang dilempar Jupri ke dalam rumah.

"Dia (Jupri) memang mabuk sekali. Semua orang ditantang. Semestinya bisa diselesaikan tanpa melepas tembakan, serahkan (minta bantuan) saja ke beberapa warga pasti bisa dilumpuhkan Jupri," kata Santoso.

Sebelumnya, Kanit Reskrim Polsek Tanjung Priok, Ajun Komisaris I Gede Ngurah tembak mati Jupri alias Jamal yang sedang berbuat onar di rumah warga. Akibat penembakan yang diduga salah prosedur ini, I Gede dimutasi jadi staf.

"Sudah dimutasi jadi staf hari ini," ucap Kepala Seksi Profesi dan Pengamanan Polres Jakarta Utara, Komisaris Santoso ketika dihubungi wartawan, Selasa (7/7) pagi.

(mdk/rnd)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP