Polisi tangkap 10 orang diduga dalang kerusuhan Bangkalan
Merdeka.com - Pasca kerusuhan di Jalan Pemuda Kaffa, Bangkalan, Madura, Jawa Timur, Senin (10/12) siang, Polisi menangkap sepuluh orang diduga provokator. Saat ini, mereka tengah menjalani pemeriksaan di Mapolres Bangkalan.
"Kalau terbukti mereka menjadi provokator atas insiden yang terjadi Senin siang tadi, nantinya mereka akan dibawa ke Polda Jatim. Saat ini, kami masih melakukan pemeriksaan terhadap 10 orang tersebut," kata Kapolres Bangkalan, AKBP Endar Riyantoro, Senin (10/12) malam. Dia enggan menyebut nama sepuluh orang diduga dalang kerusuhan menjelang Pemilihan Kepala Daerah Bangkalan, Madura, itu.
Menurut Endar, pihaknya menangkap sepuluh orang itu saat pecah kerusuhan di Jalan Pemuda Kaffa. Saat itu, ratusan orang massa pendukung calon bupati nomor urut satu yang dicoret KPUD Bangkalan sebagai peserta Pilkada, Imam Buchori-Zaenal Alim, menyerang aparat kepolisian dengan lemparan batu. Tiga hari sebelumnya, mereka sempat menduduki kantor Komisi Pemilihan Umum Daerah Bangkalan.
"Mereka kami tangkap saat terjadi kerusuhan. Kami menduga kesepuluh orang ini yang menggerakkan massa untuk berbuat anarkis," ujar Endar.
Sementara itu, menurut Dewan Pimpinan Cabang Partai Kebangkitan Nasional Ulama Bangkalan yang mengusung pasangan Imam-Zaenal, mengatakan beberapa orang yang ditahan polisi itu cuma peserta aksi biasa, bukan provokator. Bahkan, menurut mereka, dua di antaranya hanya pedagang dan warga daerah Junok, Bangkalan, yang tidak ikut melakukan aksi.
"Kami tetap akan bertanggung jawab terhadap kawan-kawan kami yang ditahan pihak kepolisian. Bagaimanapun juga mereka adalah kawan kami. Terlebih lagi mereka hanya peserta aksi biasa, bukan provokator. Kami tidak tahu apa alasan polisi sehingga mereka harus ditahan," kata Sekretaris DPC PKNU Bangkalan, Ahmad Muzaki.
Muzaki menuding kerusuhan itu terjadi karena pihak kepolisian tidak mengindahkan permintaan para pendukung Imam-Zaenal untuk menahan terlebih dahulu pendistribusian logistik Pilkada Bangkalan.
"Kami meminta pihak kepolisian melakukan pendistribusian itu hingga besok pagi (pukul 08.00 WIB), karena kawan-kawan kita yang ada di Jakarta memberi keputusan atas masalah ini hingga pukul 07.00 WIB besok, tapi pendistribusian logistik itu tetap dilakukan hari ini," keluh Muzaki.
Seperti diberitakan sebelumnya, dua hari jelang pelaksanaan Pilkada Bangkalan pada Senin siang, massa pendukung Imam-Zaenal mengamuk. Mereka tidak terima jagoan mereka dicoret dari daftar peserta Pilkada oleh KPUD Bangkalan, Madura. Mereka merusak sejumlah fasilitas umum yang berada di sepanjang Jalan Pemuda Kaffa dan melempari aparat kepolisian dengan batu. Mereka juga merusak dan menduduki kantor KPUD Bangkalan pada Jumat lalu. Pemicunya lantaran pihak kepolisian tetap mendistribusikan logistik Pilkada, sebelum KPUD menarik kembali berita acara pencoretan nama Imam-Zaenal.
Kurang lebih hampir empat jam, aparat kepolisian gabungan berusaha meredam amuk massa yang merusak sejumlah fasilitas umum yang berada di Jalan Pemuda Kaffa. Tembakan gas air mata dan semprotan meriam air membuat massa pendukung Imam-Zaenal lari meninggalkan Kantor KPUD Bangkalan. (mdk/dan)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya